Connect with us

OTOTEK

Meta Kembangkan Arena, Aplikasi Pasar Prediksi Mirip Polymarket

Aktualitas.id -

Ilustrasi Meta

AKTUALITAS.ID – Meta Platforms dilaporkan tengah mengembangkan aplikasi pasar prediksi atau prediction market bernama Arena sebagai bagian dari upaya mencari sumber pendapatan baru di luar bisnis media sosial dan periklanan digital. Proyek yang masih berada dalam tahap pengembangan awal itu disebut digarap langsung oleh tim internal perusahaan yang dipimpin CEO Meta, Mark Zuckerberg.

Menurut laporan New York Times, Arena dirancang sebagai platform yang memungkinkan pengguna memprediksi hasil berbagai peristiwa, mulai dari perkembangan politik, kondisi ekonomi, hingga pertandingan olahraga. Berbeda dengan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, aplikasi tersebut diproyeksikan berdiri sebagai produk independen di luar ekosistem utama Meta.

Langkah itu muncul di tengah pertumbuhan pesat industri prediction market dalam beberapa tahun terakhir. Platform seperti Polymarket dan Kalshi berhasil menarik minat pengguna global sekaligus menciptakan volume transaksi yang terus meningkat.

Sumber yang mengetahui proyek tersebut menyebutkan Arena saat ini masih berada dalam tahap perancangan dan belum dipastikan kapan akan diluncurkan ke publik.

“Pengembangannya masih berada pada fase awal dan berbagai opsi bisnis masih terus dievaluasi,” ujar sumber yang dikutip New York Times.

Data industri menunjukkan pasar prediction market berkembang sangat cepat. Volume transaksi gabungan sejumlah pemain utama sektor ini dilaporkan mencapai sekitar 50 miliar dolar AS pada 2025 dan meningkat hingga melampaui 130 miliar dolar AS dalam waktu relatif singkat.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu alasan Meta tertarik masuk ke sektor yang menghasilkan pendapatan dari biaya transaksi pengguna. Model bisnis semacam itu dianggap dapat menjadi sumber monetisasi baru di tengah ketatnya persaingan industri teknologi global.

Sebagai langkah awal, Arena disebut akan menggunakan sistem poin virtual tanpa melibatkan uang tunai. Namun perusahaan dikabarkan membuka peluang untuk mengembangkan model berbasis transaksi riil apabila regulasi dan kondisi pasar memungkinkan.

Arena menjadi bagian dari strategi diversifikasi produk yang dijalankan Meta. Selain mengembangkan teknologi kecerdasan buatan, perusahaan juga terus bereksperimen dengan berbagai layanan baru untuk menjangkau pasar yang sedang tumbuh.

Zuckerberg selama ini dikenal agresif mengadopsi tren yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar. Meski demikian, tidak semua eksperimen Meta berakhir sukses. Perusahaan sebelumnya pernah meluncurkan sejumlah aplikasi di bidang podcast, perjalanan, musik, dan layanan kencan yang gagal memperoleh basis pengguna yang cukup besar.

Meta juga sempat menguji konsep serupa melalui aplikasi Forecast pada masa pandemi Covid 19. Produk tersebut akhirnya dihentikan pada 2022 setelah tidak menunjukkan perkembangan bisnis yang signifikan.

Menurut sumber internal perusahaan, keputusan akhir terkait peluncuran Arena masih belum ditetapkan. Namun proyek tersebut mencerminkan upaya Meta untuk terus beradaptasi dengan perubahan perilaku pengguna dan mencari peluang pertumbuhan baru di industri digital. (Purnomo)

TRENDING