NASIONAL
Waka MPR: Sangat Tepat Langkah Prabowo Selamatkan Industri Nasional
AKTUALITAS.ID – Keputusan Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga gas untuk sektor industri mendapat apresiasi dari Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah cepat pemerintah dalam merespons keluhan pelaku usaha sekaligus menjawab kekhawatiran buruh terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Eddy, tingginya harga gas selama ini menjadi salah satu beban terbesar yang menekan biaya produksi industri nasional, terutama sektor manufaktur padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja.
“Keputusan Presiden Prabowo untuk menurunkan harga gas industri merupakan langkah strategis dan tepat waktu. Presiden mendengar secara langsung keluhan pelaku usaha yang menghadapi peningkatan biaya produksi, sekaligus memperhatikan kekhawatiran kelompok buruh terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja,” kata Eddy Soeparno dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Ia menilai kebijakan tersebut memperlihatkan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan perlindungan tenaga kerja di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Eddy menegaskan, industri manufaktur merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, penyediaan energi dengan harga yang lebih kompetitif dinilai penting untuk menjaga daya saing industri, mempertahankan produksi, dan mendorong investasi.
Menurutnya, ketika biaya energi dapat ditekan, perusahaan memiliki ruang yang lebih besar untuk mempertahankan operasional, menjaga kapasitas produksi, serta meminimalkan langkah efisiensi yang berpotensi berdampak pada pekerja.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, lanjut Eddy, kebijakan korektif seperti penurunan harga gas menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan industri nasional sekaligus melindungi lapangan kerja.
Selain membantu sektor industri, Eddy meyakini kebijakan tersebut juga akan memperkuat kepercayaan investor. Kepastian biaya energi, kata dia, merupakan salah satu pertimbangan utama dalam keputusan investasi, khususnya pada sektor manufaktur dan industri pengolahan yang memiliki nilai tambah tinggi.
“Ketika dunia usaha melihat pemerintah hadir dan responsif terhadap persoalan yang mereka hadapi, maka kepercayaan akan meningkat. Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi penting bagi investasi, ekspansi usaha, penciptaan lapangan kerja baru, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Eddy juga mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi pekerja untuk terus memperkuat dialog dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional.
Ia berharap kebijakan penurunan harga gas industri menjadi momentum untuk memperkuat daya saing industri Indonesia, menjaga keberlangsungan usaha, serta membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat. (Mun)
-
NUSANTARA01/10/2026 12:30 WIBKarhutla Mengamuk di Lereng Gunung Salu Lovu
-
DUNIA01/10/2026 12:00 WIBGeger! 45 Perusahaan Ketahuan Beli Ulasan Google Palsu
-
EKBIS01/10/2026 11:30 WIBHarga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 Tak Berubah
-
POLITIK01/10/2026 14:00 WIBIstana Umumkan Perombakan Besar, Ini Daftar Lengkapnya
-
NASIONAL01/10/2026 16:00 WIBMulai 5 Oktober, Duit Insentif SPPG MBG Berubah Total
-
DUNIA01/10/2026 15:00 WIBMojtaba Khamenei Mulai Bersih-Bersih Militer Iran
-
NASIONAL01/10/2026 13:00 WIBMuzani Yakin Sekolah Rakyat Jadi Mesin Cetak SDM Unggul
-
NASIONAL01/10/2026 10:45 WIBPuan: Setelah Zuhur Komjen Suyudi Segera Dilantik Prabowo

















