Connect with us

EKBIS

Awal Oktober, Rupiah Tersungkur Lagi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan Kamis (1/10/2026). Setelah sempat menguat pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya, mata uang Garuda kini berbalik melemah seiring menguatnya dolar Amerika Serikat dan tekanan yang melanda mayoritas mata uang Asia.

Pada awal perdagangan, rupiah tercatat melemah 21 poin atau sekitar 0,12 persen ke level Rp17.915 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.894 per dolar AS.

Data pasar menunjukkan pelemahan rupiah juga tercermin dalam pergerakan di pasar spot. Rupiah terdepresiasi sekitar 0,08 persen ke posisi Rp17.885 per dolar AS, membalikkan penguatan 0,50 persen yang terjadi pada perdagangan Rabu (30/9/2026) ketika mata uang Indonesia ditutup di level Rp17.870 per dolar AS.

BACA JUGA  Rupiah Ambruk di Awal Perdagangan

Tekanan terhadap rupiah ternyata bukan terjadi sendirian. Hampir seluruh mata uang utama Asia kompak bergerak di zona merah terhadap dolar AS pada pagi hari.

Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan paling dalam setelah anjlok 0,47 persen terhadap greenback. Di belakangnya terdapat won Korea Selatan dan baht Thailand yang sama-sama terkoreksi 0,26 persen.

Dolar Singapura juga mengalami tekanan dengan pelemahan 0,16 persen. Sementara peso Filipina turun 0,13 persen, ringgit Malaysia melemah 0,10 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi tipis sekitar 0,001 persen.

Di tengah pelemahan mata uang kawasan, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau naik 0,03 persen ke level 101,482.

BACA JUGA  Pekan II Juni 2021, BI Ramal Deflasi 0,09 Persen

Penguatan indeks dolar tersebut menjadi salah satu faktor yang menambah tekanan terhadap rupiah dan mata uang Asia lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap aset berbasis dolar AS masih cukup kuat pada awal Oktober.

Pelaku pasar kini mencermati arah pergerakan dolar global serta sentimen ekonomi internasional yang berpotensi menentukan langkah rupiah dalam beberapa hari ke depan. Jika tekanan dolar terus berlanjut, nilai tukar rupiah berpotensi tetap bergerak fluktuatif di kisaran level psikologis Rp18.000 per dolar AS. (Firman/Mun)

TRENDING