EKBIS
IHSG Dibuka Menguat 17.5 Poin
AKTUALITAS.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Setelah dibuka menguat, indeks tidak mampu mempertahankan momentum dan sempat berbalik melemah sebelum akhirnya bergerak fluktuatif di zona hijau.
Pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 17,50 poin atau 0,30 persen ke level 5.933,57. Indeks LQ45 juga menguat 1,60 poin atau 0,27 persen ke posisi 586,08.
Namun optimisme tersebut tidak bertahan lama. IHSG sempat turun ke level 5.890,4 pada awal sesi sebelum kembali bergerak naik mengikuti dinamika transaksi yang berlangsung cepat.
Hingga sekitar pukul 09.23 WIB, berdasarkan data RTI Business, IHSG tercatat melemah 10,470 poin atau 0,18 persen ke level 5.905,599. Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak pada rentang 5.890 hingga 5.943.
Pada pukul 09.44 WIB, IHSG kembali berbalik menguat 9,59 poin atau sekitar 0,16 persen ke level 5.925,6, menunjukkan tarik-menarik yang kuat antara aksi beli dan aksi ambil untung di pasar.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Sebanyak 5,25 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp2,28 triliun dalam 44 menit pertama perdagangan. Frekuensi transaksi tercatat mencapai sekitar 425 ribu kali.
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 308 emiten menguat, 235 saham melemah, sementara 180 saham lainnya bergerak stagnan.
Sebelumnya, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dan menguji area psikologis 6.000. Namun, tekanan jual yang muncul sejak awal perdagangan membuat laju indeks belum mampu bergerak stabil menuju level tersebut.
Pergerakan pasar domestik juga berlangsung di tengah sentimen negatif dari kawasan Asia. Bursa regional dibuka melemah, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,73 persen, sedangkan indeks Nikkei Jepang terkoreksi 1,08 persen.
Fluktuasi IHSG pada sesi pagi mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih berhati-hati dalam merespons berbagai sentimen domestik maupun global. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di awal perdagangan, sebagian investor terlihat melakukan aksi ambil untung sehingga menekan laju indeks sebelum kembali terjadi pembelian selektif pada sejumlah saham. (Firman/Mun)
-
NASIONAL22/08/2026 11:00 WIBDPR Ultimatum Saudi Soal Dana Haji Rp66 Miliar
-
OASE22/08/2026 05:00 WIBAmalkan 4 Doa Penyelamat Gempa Ini Sebelum Tertimpa Reruntuhan
-
NASIONAL22/08/2026 09:00 WIBDaniel Johan: Karhutla Kalimantan Harus Jadi Bencana Nasional
-
NASIONAL22/08/2026 10:00 WIBBNN Ungkap Kapal Narkoba Berganti Nama Berkali-kali
-
POLITIK22/08/2026 06:00 WIBEddy Soeparno: Legislator Muda Didorong Ubah Wajah Parlemen
-
NASIONAL22/08/2026 13:00 WIBKaltim Membara, Hotspot Tembus 9.861
-
RIAU22/08/2026 21:10 WIBMenteri LH Cek Karhutla Kampar, Kapolda Riau Paparkan Dashboard Green Policing
-
RAGAM22/08/2026 14:00 WIBMisteri Pacar Merah Indonesia

















