Connect with us

EKBIS

Rupiah Kembali Terpuruk

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali memulai perdagangan dengan tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (14/7/2026). Meski sempat melemah hingga menembus Rp18.124 per dolar AS, mata uang Garuda berhasil memangkas pelemahan dan berbalik menguat menjelang akhir sesi pagi.

Berdasarkan data pasar, rupiah dibuka melemah 6 poin atau sekitar 0,03 persen ke posisi Rp18.115 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.109 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan pelemahan sempat bertambah pada pukul 09.05 WIB, ketika rupiah berada di level Rp18.124 per dolar AS, atau turun sekitar 15 poin (0,08 persen) dari posisi penutupan sehari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance pada waktu yang sama mencatat rupiah berada di kisaran Rp18.126 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan posisi pembukaan perdagangan sehari sebelumnya di Rp18.064 per dolar AS.

BACA JUGA  Rupiah Nggak Mau Banyak Gerak, Masih Betah di Rp16.200-an Pagi Ini

Meski demikian, tekanan terhadap rupiah tidak berlangsung lama. Memasuki perdagangan pagi, mata uang domestik mulai menunjukkan pemulihan.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.28 WIB, rupiah berhasil berbalik menguat 0,13 persen ke posisi Rp18.085 per dolar AS, mengindikasikan mulai masuknya aksi beli setelah tekanan pada awal perdagangan.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar valuta asing masih dibayangi volatilitas tinggi seiring dinamika pasar keuangan global dan perubahan sentimen investor terhadap aset-aset berisiko.

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,34 persen.

Di belakangnya, peso Filipina turun 0,18 persen, baht Thailand melemah 0,07 persen, sementara yuan China terkoreksi 0,05 persen. Dolar Singapura juga melemah 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong turun tipis sekitar 0,003 persen terhadap mata uang AS.

BACA JUGA  Cadangan Devisa Aman, BI Pastikan Masih di Atas Batas Internasional

Sebaliknya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia setelah naik 0,20 persen. Yen Jepang turut menguat 0,02 persen, sedangkan dolar Taiwan naik tipis sekitar 0,003 persen.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (13/7/2026), rupiah ditutup melemah 44 poin atau 0,24 persen ke level Rp18.109 per dolar AS. Pergerakan pada perdagangan hari ini menunjukkan rupiah masih menghadapi tekanan, meski sempat mampu memangkas pelemahan setelah pembukaan pasar. (Firman/Mun)

TRENDING