Connect with us

JABODETABEK

Polisi: Pegolf Jesslyn Diduga Sudah Dibawa ke Malaysia

Aktualitas.id -

Ilustrsi, foto: Meta AI

AKTUALITAS.ID – Kasus dugaan penculikan terhadap atlet golf Jesslyn Wijaya memasuki babak baru. Polisi mengungkap temuan yang mengubah arah penyelidikan setelah mendapati dugaan bahwa Jesslyn telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, hanya sehari setelah peristiwa yang dilaporkan terjadi.

Informasi tersebut diungkapkan Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat berdasarkan manifes penumpang penerbangan yang telah diperoleh penyidik. Dalam data itu, Jesslyn disebut berangkat dari Semarang menuju Kuala Lumpur bersama dua orang yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan penyidik kini berupaya memastikan apakah laporan dugaan penculikan tersebut benar merupakan tindak pidana atau rangkaian peristiwa lain yang masih perlu diklarifikasi.

BACA JUGA  Atlet Golf Jesslyn Diduga Diculik Saat Pesta Ultah Keluarga

Meski muncul fakta baru soal keberangkatan ke luar negeri, polisi menegaskan penyelidikan belum dihentikan.

Hasil penyelidikan sementara juga menguatkan adanya dugaan bahwa Jesslyn sempat dibawa secara paksa oleh empat hingga lima orang ke dalam sebuah mobil, sebagaimana dilaporkan saksi di lokasi kejadian.

Namun, proses pembuktian menghadapi kendala karena tidak ditemukan kamera pengawas (CCTV) yang mengarah ke lokasi sehingga momen tersebut tidak terekam. Polisi kini mengandalkan keterangan para saksi serta pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak yang diduga bepergian bersama Jesslyn, termasuk ayah korban.

Selain menelusuri kronologi, penyidik juga masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut. Hingga kini belum ditemukan indikasi adanya permintaan uang tebusan, sehingga dugaan penculikan masih terus diuji melalui serangkaian pemeriksaan.

BACA JUGA  Tak Ada Tebang Pilih pada Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Di sisi lain, pelapor berinisial NA, yang merupakan teman Jesslyn, telah mengajukan pencabutan laporan. Kendati demikian, langkah tersebut tidak otomatis menghentikan proses penyelidikan.

Polisi menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan keberadaan, keselamatan, dan kondisi Jesslyn, sekaligus memastikan apakah peristiwa yang dilaporkan memenuhi unsur tindak pidana.

Sementara itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA/PPO) Polres Metro Jakarta Pusat juga terus berkoordinasi dengan penyidik Satreskrim. Berdasarkan pendalaman awal, polisi menyatakan belum menemukan indikasi adanya kekerasan fisik terhadap korban, meski pemeriksaan terhadap kondisi psikologis dan keselamatan Jesslyn masih terus dilakukan.

Kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan. Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan apakah dugaan penculikan benar terjadi sebagai tindak pidana atau terdapat rangkaian fakta lain yang menjelaskan peristiwa tersebut. Publik diminta menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menarik kesimpulan. (Kusuma/Mun)

TRENDING