Connect with us

POLITIK

Mardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat

Aktualitas.id -

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dok: aktulitas.id

AKTUALITAS.ID – Perdebatan mengenai posisi oposisi dan koalisi pemerintah kembali menghangat setelah sejumlah elite partai saling melontarkan pandangan. Di tengah polemik tersebut, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menegaskan bahwa berada di luar maupun di dalam pemerintahan memiliki nilai yang sama selama tujuannya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Jadi oposisi itu mulia. Sama mulianya dengan berkoalisi. Asal semua untuk kepentingan rakyat,” kata Mardani, Rabu (6/8/2026).

Pernyataan Mardani muncul setelah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan Golkar tidak terbiasa berada di luar pemerintahan. Pernyataan itu kemudian memicu diskusi mengenai fungsi oposisi dalam sistem demokrasi Indonesia.

PKS sendiri memiliki pengalaman berada di dua posisi. Selama sekitar satu dekade partai tersebut menjadi oposisi pemerintah, sebelum akhirnya bergabung dalam koalisi pemerintahan saat ini.

BACA JUGA  Demi Koalisi Pilpres Sejak Awal, PKS Mau Gandeng Parpol Islam-Golkar-NasDem

Menurut Mardani, kedua posisi tersebut memiliki peran yang sama pentingnya dalam demokrasi.

Ia menjelaskan bahwa partai yang berada dalam koalisi memiliki tanggung jawab mendukung jalannya pemerintahan melalui pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.

Sementara itu, oposisi berfungsi menjalankan mekanisme checks and balances, mengawasi jalannya pemerintahan, sekaligus menjadi saluran aspirasi masyarakat terhadap berbagai kebijakan publik.

“Jadi oposisi penting, menjaga agar pemerintah bekerja untuk rakyat. Check and balances dan juga menjadi corong suara rakyat,” ujarnya.

Mardani juga menegaskan bahwa seluruh partai politik, baik yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan, memiliki kewajiban yang sama untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

BACA JUGA  PKS Satu-satunya Parpol Penuhi Kuota Perempuan Caleg DPR

Meski demikian, ia mengakui bahwa posisi oposisi cenderung lebih mudah menarik perhatian publik karena memiliki ruang yang lebih luas untuk menyampaikan kritik secara terbuka.

“Oposisi lebih terlihat menonjol karena bisa bersuara keras. Tapi di koalisi mesti banyak kerja,” katanya.

Polemik mengenai posisi oposisi dan koalisi bermula dari pernyataan Bahlil Lahadalia saat membuka Musyawarah Daerah XI DPD Partai Golkar Sumatera Selatan.

“Kita Golkar memang tidak terbiasa di oposisi. Karena kita betul-betul berkarya dan mengabdi,” ujar Bahlil.

Perdebatan ini kembali menunjukkan dinamika politik menjelang tahapan politik nasional berikutnya. Meski memiliki pandangan berbeda mengenai posisi politik, para elite partai pada dasarnya sama-sama menegaskan bahwa tujuan utama aktivitas politik adalah menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. (Andrey/Mun)

BACA JUGA  Soal Penanganan Covid-19, PKS Minta Pemerintah Jangan Hanya Andalkan Vaksin

TRENDING