Connect with us

DUNIA

Trump Ancam Penjarakan Siapa Pun yang Sebut Amunisi AS Habis Dipakai Perang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras di tengah ramainya laporan media yang menyebut persediaan amunisi militer AS menyusut akibat konflik berkepanjangan dengan Iran. Trump tidak hanya membantah laporan tersebut, tetapi juga mengancam akan menuntut hukuman penjara terhadap pihak-pihak yang dianggap membocorkan informasi terkait stok persenjataan negaranya.

Melalui akun Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat masih memiliki persediaan amunisi dalam jumlah sangat besar. Menurutnya, industri pertahanan AS juga sedang meningkatkan produksi secara masif dengan pembangunan fasilitas manufaktur dalam skala yang disebut sebagai terbesar sepanjang sejarah negara itu.

“Amerika Serikat memiliki persediaan amunisi yang sangat besar. Produksi terus meningkat dan fasilitas-fasilitas baru sedang dibangun,” tulis Trump.

BACA JUGA  CIA Jalankan Misi Rahasia di Venezuela: Trump Beri Izin

Namun, sorotan utama justru tertuju pada ancamannya terhadap para pihak yang disebut sebagai “pembocor”. Trump menyatakan bahwa aparat tengah memburu mereka dan menegaskan akan mendorong hukuman penjara jangka panjang bagi siapa pun yang terbukti membocorkan informasi tersebut.

Pernyataan keras itu muncul setelah sejumlah media internasional menerbitkan laporan mengenai kondisi persediaan senjata Amerika Serikat.

CNN, mengutip sumber yang mengetahui penilaian inventaris militer, melaporkan bahwa AS disebut telah menggunakan hampir 80 persen stok rudal pencegat tertentu dan sekitar separuh rudal Patriot sejak konflik dengan Iran meningkat. Laporan itu juga menyebut berkurangnya persediaan sistem pertahanan THAAD yang dinilai menambah kekhawatiran di Pentagon.

Reuters turut melaporkan bahwa militer AS telah menghabiskan sebagian besar persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi, termasuk ATACMS dan Precision Strike Missile (PrSM), selama operasi militer melawan Iran. Menurut sumber yang dikutip Reuters, sebagian persenjataan strategis tersebut bahkan disebut telah digunakan hampir seluruhnya.

BACA JUGA  Biden Tolak Debat ke Dua Jika Trump Masih Positif Corona

Sementara itu, The Washington Post melaporkan bahwa kekhawatiran atas menipisnya stok amunisi disebut menjadi salah satu faktor yang membuat rencana serangan terbaru terhadap Iran tidak dilanjutkan. Laporan tersebut menyebut keterbatasan persenjataan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan.

Trump membantah seluruh laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa kapasitas militer Amerika Serikat tetap menjadi yang terbesar di dunia dan persediaan amunisi masih jauh melampaui kebutuhan operasional.

Kontroversi ini memperlihatkan perbedaan tajam antara klaim pemerintah AS dengan laporan sejumlah media yang mengutip sumber internal. Hingga kini, belum ada data resmi yang dipublikasikan pemerintah Amerika Serikat mengenai tingkat aktual persediaan amunisi, sehingga berbagai klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. (Mun)

BACA JUGA  Usai Biden Terpilih, Trump Bicara di Depan Publik Pertama Kali

TRENDING