RAGAM
Misteri Pacar Merah Indonesia
AKTUALITAS.ID – Nama Tan Malaka tak hanya hidup dalam catatan sejarah pergerakan Indonesia. Sosok revolusioner itu juga menjelma menjadi tokoh utama dalam roman sejarah Pacar Merah Indonesia karya Matu Mona.
Novel yang pertama kali hadir sebagai cerita bersambung di harian Pewarta Deli pada 1934–1938 tersebut menghadirkan kisah petualangan seorang buronan politik yang bergerak dari satu negara ke negara lain sambil menghindari kejaran polisi kolonial dan jaringan spionase internasional.
Dalam roman itu, Tan Malaka disamarkan sebagai Pacar Merah, sementara sejumlah tokoh pergerakan lainnya juga tampil menggunakan nama samaran.
Lima tokoh utama yang menjadi pusat cerita adalah Pacar Merah yang merepresentasikan Tan Malaka, Darsonoff yang merujuk pada Darsono, Ivan Alminsky sebagai Alimin, Mussote sebagai Muso, serta Semounoff sebagai Semaun.
Tan Malaka Jadi “Pacar Merah”
Nama Pacar Merah sendiri memiliki jejak sastra yang menarik.
Dalam bagian peringatan Madilog, Tan Malaka menyebut penulis pada dasarnya merupakan murid dari penulis lainnya. Nama Pacar Merah dalam roman Matu Mona mengambil inspirasi dari tokoh Scarlet Pimpernel karya Baroness Orczy.
Tokoh tersebut digambarkan sebagai pahlawan yang membantu menyelamatkan para pengikut monarki Prancis dari ancaman hukuman mati pada masa Revolusi Prancis.
Matu Mona kemudian mengadaptasi gagasan tersebut ke dalam konteks perjuangan politik Indonesia.
Hasilnya adalah sosok Pacar Merah: seorang revolusioner yang terus berpindah tempat, diburu polisi kolonial, menghadapi jaringan intelijen, sekaligus berusaha menyebarkan gagasan kemerdekaan.
Dari Manila hingga Bangkok
Roman ini membawa pembaca mengikuti perjalanan Pacar Merah di berbagai negara.
Filipina, Thailand, China, Uni Soviet hingga sejumlah wilayah Eropa menjadi latar petualangan tokoh tersebut.
Di Manila, Pacar Merah digambarkan memprakarsai gagasan Pan-Malay, yakni persatuan bangsa-bangsa Melayu dan bangsa terjajah dalam perjuangan melawan kolonialisme.
Kongres Pan Malay pada 1931 menjadi salah satu bagian penting dalam cerita.
Gerakan tersebut digambarkan membuat kekuatan kolonial dan jaringan intelijen internasional menaruh perhatian serius terhadap aktivitas Pacar Merah.
Bukan Pahlawan Super
Salah satu daya tarik roman ini adalah cara Matu Mona menggambarkan tokoh utamanya.
Pacar Merah bukan sosok manusia tanpa kelemahan.
Ia dapat mengalami gangguan fisik dan mental, membutuhkan bantuan, serta bergantung pada solidaritas orang-orang di sekitarnya.
Namun, kecerdasan, keberanian, kemampuan mengorganisasi massa, dan kecakapannya membaca situasi membuat Pacar Merah mampu berkali-kali lolos dari pengejaran.
Karakter tersebut membuat kisahnya terasa lebih manusiawi dibandingkan gambaran seorang pahlawan yang selalu menang tanpa kesulitan.
Ninon Phao dan Pelarian Dramatis
Salah satu bagian paling menarik adalah kisah Ninon Phao, perempuan terpelajar yang membantu Pacar Merah menghadapi ancaman penangkapan.
Ninon digambarkan sebagai sosok yang memahami nilai kemanusiaan dan memilih membantu seorang buronan meski keputusan tersebut membahayakan dirinya sendiri.
Dalam cerita, Pacar Merah bahkan menitipkan pesan kemanusiaan kepada Ninon untuk memperhatikan anak-anak korban perang Jepang dan China.
Hubungan keduanya mempertemukan dua unsur yang berbeda: kisah cinta, politik, dan perjuangan kemanusiaan.
Menyamar hingga Menjadi Perempuan Tua
Pelarian Pacar Merah digambarkan penuh penyamaran.
Ia harus mengelabui jaringan kepolisian di berbagai wilayah dengan bantuan para kamerad.
Salah satu adegan paling dramatis adalah ketika Pacar Merah harus mengubah identitas dan menyamar sebagai perempuan tua untuk menghindari pengawasan di kapal.
Bantuan Djalumin, seorang kelasi kapal, juga menjadi bagian penting dari perjalanan pelariannya.
Strategi, penyamaran, dan jaringan solidaritas membuat roman ini terasa seperti cerita spionase sekaligus novel petualangan.
Di Balik Fiksi Ada Sejarah Pergerakan
Meski merupakan karya fiksi, Pacar Merah Indonesia bersentuhan erat dengan sejarah pergerakan politik Indonesia.
Tokoh Pacar Merah merepresentasikan Tan Malaka, sosok yang dikenal menggunakan banyak nama samaran dan menjalani kehidupan berpindah-pindah akibat aktivitas politiknya.
Tan Malaka dikenal sebagai pemikir revolusioner yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Gagasannya tentang kemerdekaan bahkan dikenal melalui konsep kemerdekaan 100 persen, yakni pandangan bahwa Indonesia harus benar-benar bebas dari dominasi kolonial sebelum kompromi politik dilakukan.
Pemikiran tersebut kemudian berkembang dalam berbagai karya, salah satunya Madilog yang membahas materialisme, dialektika, dan logika.
Roman Lama yang Masih Menarik Dibaca
Pacar Merah Indonesia pertama kali diterbitkan sebagai cerita bersambung sebelum kemudian hadir dalam bentuk buku.
Penggunaan ejaan lama dan sejumlah istilah asing mungkin terasa asing bagi pembaca modern. Namun, justru melalui bahasa tersebut pembaca mendapatkan gambaran suasana sastra Indonesia pada masa kolonial.
Novel ini juga memperlihatkan bagaimana sejarah, fiksi, politik, petualangan, dan percintaan dapat diramu menjadi satu cerita.
Kelemahannya tetap ada. Sejumlah kemunculan tokoh dalam cerita terasa mendadak dan tidak selalu memiliki transisi yang kuat.
Namun, secara keseluruhan, roman tersebut menawarkan sudut pandang menarik terhadap sosok Tan Malaka.
Bukan hanya sebagai tokoh politik, tetapi sebagai manusia yang harus berpindah negara, menggunakan identitas samaran, menghadapi pengejaran, dan mengandalkan jaringan solidaritas untuk bertahan.
Pacar Merah Indonesia pada akhirnya bukan sekadar cerita petualangan. Ia menjadi pintu masuk untuk melihat kembali sosok Ibrahim Datuk Tan Malaka seorang revolusioner, pemikir, penulis, dan pengembara politik yang perjalanan hidupnya begitu panjang hingga meninggalkan jejak kuat dalam sejarah Indonesia. (Mun)
-
RIAU21/08/2026 19:30 WIBSemarak HUT RI ke-81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak
-
NASIONAL22/08/2026 11:00 WIBDPR Ultimatum Saudi Soal Dana Haji Rp66 Miliar
-
NASIONAL21/08/2026 20:00 WIBKLH Terbitkan Instruksi Mendesak Karhutla
-
DUNIA22/08/2026 00:00 WIBFBI Tangkap Perempuan Diduga Mau Bom Capitol
-
OASE22/08/2026 05:00 WIBAmalkan 4 Doa Penyelamat Gempa Ini Sebelum Tertimpa Reruntuhan
-
NASIONAL21/08/2026 22:00 WIBKPK Panggil Stafsus Menhut Soal Amplop Kuansing
-
NASIONAL22/08/2026 09:00 WIBDaniel Johan: Karhutla Kalimantan Harus Jadi Bencana Nasional
-
DUNIA21/08/2026 21:00 WIBPM Malaysia Kecam Permukiman Ilegal Israel

















