Connect with us

JABODETABEK

Polda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 M di Tangsel

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Tim Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan potensi krisis peredaran uang palsu berskala raksasa. Sebuah pabrik percetakan uang palsu (upal) bernilai fantastis, Rp36 miliar, digerebek di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel).

Dari lokasi penggerebekan, petugas mengamankan 360 ribu lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu siap edar. Seluruh lembaran haram tersebut diproduksi menggunakan cetakan emisi rupiah tahun 2016.

“Yang digunakan adalah cetakan tahun 2016. Karena ada perbedaan antara emisi 2022 dengan 2016, semuanya seragam menggunakan cetakan 2016,” ujar Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon, Sabtu (22/8/2026).

Meski polisi memastikan ribuan lembar uang palsu tersebut belum sempat beredar di tengah masyarakat, penyidik menemukan fakta mencengangkan. Sindikat ini berniat menembus benteng pertahanan perbankan dengan cara menyetorkan langsung uang abal-abal tersebut.

BACA JUGA  Perpanjang SIM A dan C dengan Mudah di SIM Keliling Jakarta Hari Ini

Modus yang dirancang cukup licik: memadukan uang asli dan uang palsu secara acak (pencampuran) saat melakukan penyetoran atau deposito ke salah satu bank swasta.

“Biasanya dicampur antara asli dan palsu. Ini yang sedang kami dalami terus untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat,” ungkap Victor.

Polisi membongkar skema keuntungan fantastis yang diincar para pelaku. Sindikat ini mematok rasio 3 banding 1 di mana setiap tiga lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dapat ditukarkan dengan satu lembar uang asli.

Tak hanya itu, pergerakan sindikat ini tergolong rapi karena membagi jalur distribusi menjadi dua pintu utama: saluran milik pemodal dan saluran milik tim produksi.

Perburuan polisi kini tertuju pada sosok berinisial AB, yang ditunjuk sebagai otak utama di balik pengoperasian pabrik gelap ini. AB diketahui telah menyiapkan infrastruktur produksi sejak empat bulan lalu, termasuk menggelontorkan uang muka (DP) besar untuk memesan 360 ribu lembar upal tersebut.

BACA JUGA  Layanan SIM Keliling di 5 Wilayah Jakarta 12 November 2025, Catat Biaya dan Persyaratannya

Di lokasi penggerebekan, polisi menyita seperangkat alat cetak modern bertaraf industri, termasuk mesin cetak offset, dengan total nilai investasi kejahatan mencapai Rp1 miliar.

Berkat laporan kritis dari masyarakat, operasi senyap penyergapan ini berhasil membendung jutaan lembar uang palsu membanjiri pasar nasional. Polda Metro Jaya kini tengah melakukan perburuan intensif untuk menyeret sosok AB dan seluruh jaringannya ke balik jeruji besi.(Irawan/Mun)

TRENDING