Connect with us

DUNIA

Dilaporkan Hilang, Wanita Brasil Ditemukan Disekap Eks Pacar

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Aksi kriminal berdarah dingin gegerkan publik Brasil. Emiliane Tamar Nunes Carvalho, seorang wanita berusia 24 tahun yang sempat dilaporkan hilang misterious sejak 17 Agustus, akhirnya ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Korban disekap, diikat, dan lehernya dirantai di sebuah rumah kumuh milik mantan kekasihnya sendiri di wilayah Aguas Lindas de Goias.

Drama penyekapan ini terungkap setelah jajaran kepolisian setempat mendobrak paksa kediaman pelaku, Ailton Rodrigues de Souza. Dalam rekaman video penggerebekan yang mencekam, petugas menyusuri bagian belakang rumah hingga menemukan sebuah ruangan terkunci. Di sana, korban ditemukan dalam keadaan gemetar hebat di atas kasur—leher terantai, tangan terborgol, mulut disumbat, dan wajahnya ditutupi masker hingga memicu sesak napas berat.

BACA JUGA  Presiden Brasil Sebut Vaksin Corona Dapat Mengubah Orang Jadi 'Buaya'

Motif aksi nekat ini ditengarai akibat pelaku tidak terima diputuskan oleh korban. Untuk mengelabui publik dan aparat, Souza bahkan merekayasa cerita seolah-olah dirinya ikut hilang secara misterius. Namun, rekayasa tersebut gagal total setelah polisi mencium ketidakberesan dan langsung menangkap Souza di hari yang sama saat korban dievakuasi.

Selama lima hari penyekapan, Carvalho mengalami penganiayaan sadis yang nyaris merenggut nyawanya. Selain dicekoki obat penenang, pelaku juga menyiksa korban menggunakan kain berapi yang disulutkan ke kulit tubuhnya.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti krusial meliputi pistol kaliber 9mm, obat-obatan penenang, serta beragam tali dan rantai yang digunakan untuk melumpuhkan korban.

BACA JUGA  Empat Kota Dicoret! FIFA Pilih 8 Stadion Tuan Rumah Piala Dunia Putri 2027 di Brasil,

Meski kini telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Carvalho mengonfirmasi melalui media sosialnya bahwa ia masih harus menjalani perawatan intensif. Penganiayaan brutal tersebut mengganggu fungsi penglihatannya dan meninggalkan trauma mendalam. Saat ini, kepolisian Brasil terus mendalami kasus tersebut untuk menjerat pelaku dengan pasal berlapis. (Mun)

TRENDING