Connect with us

DUNIA

Serangan AS Hantam Pulau Larak

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Jeda serangan selama sebulan akhirnya pecah. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran dengan membombardir Pulau Larak, sebuah pulau kecil di kawasan Selat Hormuz, Senin (31/8/2026) dini hari.

Serangan terbaru itu terjadi ketika konflik AS-Iran telah memasuki bulan keenam dan ketegangan sempat menunjukkan tanda-tanda mereda.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi operasi tersebut. Washington menyebut serangan diarahkan ke dua peluncur milik Iran di Pulau Larak.

“Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak,” ujar juru bicara CENTCOM, seperti dikutip dari AFP.

CENTCOM menyatakan Garda Revolusi Iran (IRGC) terpantau sedang mempersiapkan peluncuran roket yang disebut dilengkapi ranjau laut ke arah Selat Hormuz.

Bagi Washington, ancaman terhadap Selat Hormuz menjadi alasan utama operasi tersebut. Jalur perairan itu merupakan salah satu titik paling strategis bagi perdagangan energi dunia dan sebelumnya dilalui oleh porsi besar pasokan minyak global.

BACA JUGA  CENTCOM Pastikan 6 Awak KC-135 Tewas dalam Kecelakaan

Namun, serangan terbaru AS juga berpotensi menghidupkan kembali spiral konflik yang selama beberapa pekan terakhir berusaha diredam melalui kombinasi tekanan ekonomi dan diplomasi.

Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintahan Presiden Donald Trump disebut lebih menekankan strategi “perang ekonomi” terhadap Teheran ketimbang memperluas operasi militer. Tetapi bombardir di Pulau Larak memberi sinyal bahwa opsi militer belum pernah benar-benar ditinggalkan.

Iran sendiri telah memblokir Selat Hormuz sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel meletus. Blokade tersebut menjadikan kawasan itu sebagai salah satu titik paling berbahaya dalam konflik yang telah berlangsung selama enam bulan.

Pihak CENTCOM sebelumnya menyatakan telah melakukan operasi pembersihan ranjau laut di jalur pelayaran internasional.

BACA JUGA  Iran Targetkan Kabel Bawah Laut Hormuz Jika Trump Nekat Serang

“Pasukan AS terus memantau wilayah tersebut dengan cermat dan senantiasa siap melindungi kelancaran arus perdagangan melalui jalur perairan vital ini,” ujar Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS.

Di tengah situasi tersebut, upaya diplomasi yang melibatkan sejumlah mediator, termasuk Pakistan dan Qatar, belum menghasilkan kesepakatan damai final.

Gencatan senjata yang disepakati sebelumnya memang sempat meredakan pertempuran paling sengit. Namun serangan-serangan sporadis, terutama di sekitar Selat Hormuz, terus membuat perdamaian terlihat rapuh.

Tekanan Washington terhadap Teheran juga berlangsung melalui jalur ekonomi. Blokade dan tekanan terhadap aktivitas pelabuhan Iran disebut mempersempit pasokan bahan bakar di tengah persoalan produksi domestik negara tersebut.

Kini, serangan di Pulau Larak berpotensi menjadi titik balik baru.

BACA JUGA  AS Luncurkan Serangan Baru ke Iran

Pertanyaan yang muncul bukan hanya soal dua peluncur yang menjadi target bombardir AS. Yang lebih besar adalah apakah Iran akan membiarkan serangan itu berlalu tanpa balasan.

Apalagi, serangan militer ini datang ketika diplomasi selama berbulan-bulan belum mampu menghasilkan perdamaian yang benar-benar kokoh.

Kritik terhadap arah perang pun mulai muncul dari dalam politik Amerika Serikat. Senator Demokrat Jack Reed sebelumnya mempertanyakan hasil dari konflik yang telah berlangsung selama enam bulan.

“Enam bulan berlalu, tidak ada satu pun tujuan yang tercapai,” ujar Reed.

Serangan terbaru di Pulau Larak kini membuat Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia. Jeda sebulan telah berakhir dan dengan bom yang kembali dijatuhkan, harapan perdamaian tampaknya kembali diuji oleh ancaman esk (Mun)

TRENDING