Connect with us

NUSANTARA

Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Terjebak Api di Surabaya

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Ditinggal pergi takziah oleh kedua orang tuanya, dua bocah kakak beradik di Surabaya bernasib tragis. Kaffa Bihi Abdillah (7) dan adiknya Khotibul Umam (5) tewas mengenaskan setelah terjebak dalam kebakaran yang menghanguskan kamar rumah mereka di Jalan Simorejo Gang 16 Nomor 4, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, pada Minggu (13/9/2026) sore.

Nahasnya, saat si jago merah membakar kamar, kedua korban sama sekali tidak bisa meloloskan diri. Pintu kamar tempat mereka berada dalam kondisi terkunci rapat dari luar menggunakan kaitan rantai.

Saksi mata di lokasi, Wawan, menyebutkan kepulan asap pekat pertama kali membumbung dari bagian atap rumah milik Moch Kayis Khabibullah itu sekitar pukul 15.30 WIB. Warga yang panik langsung berteriak meminta tolong dan bergotong-royong mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya.

BACA JUGA  Kebakaran di Tanjung Priok Tewaskan Satu Keluarga

“Saat kebakaran, korban memang berada di dalam kamar, dikunci dari luar karena orang tuanya sedang pergi takziah,” ujar Wawan di lokasi kejadian.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya yang menerima laporan pada pukul 15.38 WIB merespons cepat dengan menerjunkan sembilan unit armada tempur dan tim rescue. Namun, begitu petugas berhasil menerobos masuk ke dalam kamar yang pengap dan panas, kedua balita Malang tersebut ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, membenarkan temuan memilukan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa akses penyelamatan terhambat akibat konstruksi penguncian pintu yang tak biasa.

“Menurut keterangan warga, pintu kamar dikunci dengan mengaitkan rantai pada sisi pintu dan tembok,” ungkap Laksita.

BACA JUGA  Kebakaran Hebat Landa Glodok Plaza, 20 Unit Damkar Dikerahkan

Hasil penyelidikan awal menduga petaka ini dipicu oleh korsleting listrik pada kipas angin atau exhaust fan di dalam kamar. Percikan api kemudian menyambar kasur hingga dengan cepat membesar dan memenuhi ruangan dengan asap beracun.

Isak tangis dan jeritan histeris warga meledak saat jenazah kedua bocah malang tersebut dievakuasi oleh tim gabungan BPBD, Polsek Sukomanunggal, dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya menuju ambulans. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua untuk tidak pernah mengunci anak-anak di dalam ruangan tanpa pengawasan. (Kusuma/Mun)

TRENDING