Connect with us

NUSANTARA

Kebakaran Hutan Bromo Tembus Jemplang Malang

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian ganas dan membahayakan keselamatan. Kobaran api yang awalnya membakar Savana Pengol di wilayah Probolinggo kini meluas hingga merembet ke kawasan Jemplang, Kabupaten Malang, tepat di sekitar area restoran populer Bromo Hillside.

Kepanikan hebat sempat pecah pada Minggu (13/9/2026) ketika kepulan asap abu-abu pekat perlahan menyelimuti area kafe dan Bukit Bantengan. Dalam rekaman video amatir, para pengunjung serta pekerja restoran terlihat berhamburan lari menyelamatkan diri untuk menghindari kepungan asap tebal yang mengancam pernapasan.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, membenarkan kengerian yang terekam dalam video amatir tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa titik api memang telah merangsek masuk hingga wilayah Jemplang.

BACA JUGA  622 Hektare Lahan Kalteng Terbakar

Merespons kondisi darurat ini, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, BPBD Jatim, Polres Malang, Damkar, TNBTS, Manggala Agni, hingga armada pikap warga dikerahkan habis-habisan untuk melakukan pemadaman.

“Untuk saat ini titik api di belakang kawasan Bromo Hillside sudah padam dan sedang dilaksanakan penyisiran bara api oleh tim gabungan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.

Meski area belakang restoran berhasil dijinakkan per pukul 09.57 WIB, tim masih berjibaku memadamkan titik api di sisi timur Jemplang. Dampak kebakaran ini juga merusak infrastruktur pendukung, di mana saluran air milik Bromo Hillside dilaporkan ludes terbakar.

Menyikapi eskalasi krisis ekologi dan ancaman keselamatan ini, Balai Besar TNBTS mengambil tindakan tegas dengan menutup total kawasan wisata Gunung Bromo dari seluruh aktivitas pengunjung sejak Sabtu (12/9/2026) sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan agar fokus penanganan dan penyisiran bara api oleh tim gabungan dapat berjalan maksimal tanpa membahayakan nyawa wisatawan. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  Kebakaran Mematikan di Los Angeles: Setiap Hari Petugas Temukan Jenazah

TRENDING