Connect with us

NUSANTARA

Satu Keluarga Tewas Dilindas Truk di Pasuruan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Tragedi maut yang mengoyak nurani terjadi di jalur tengkorak Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (21/9/2026) siang. Tiga nyawa yang merupakan satu keluarga kandung ayah, ibu, dan seorang balita tak berdosa tewas mengenaskan di atas aspal. Tragisnya, dua kendaraan besar yang terlibat langsung dalam kematian mereka justru memilih kabur bak pengecut dan meninggalkan korban begitu saja.

Kecelakaan nahas ini bermula saat motor yang dikendarai korban, Boy Adam (28), melaju dari arah utara menuju selatan. Membonceng sang istri, Putri Nuraini (26), dan buah hati mereka yang baru berusia 3 tahun, Ghazzal Thabrani Hafizhan, perjalanan keluarga asal Kota Probolinggo ini berubah menjadi petaka saat mencoba mendahului kendaraan di depannya.

BACA JUGA  Caleg PKB Mengamuk di Rumah Anggota DPRD Pasuruan, Aksinya Terekam CCTV 

Upaya menyalip itu berujung fatal. Motor korban menyenggol bemper belakang sebuah truk tangki air yang berada di jalur tersebut. Benturan itu membuat motor oleng dan jatuh ke sisi kanan. Nahas, dari arah belakang, sebuah dump truck tronton melaju kencang dan langsung melindas tubuh ketiga korban dengan roda belakang kiri.

“Motor korban menabrak bemper belakang truk tangki air hingga terjatuh ke kanan dan terlindas roda belakang kiri dump truk tronton yang berjalan searah,” tegas Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, Selasa (22/9/2026).

Alih-alih turun menolong tiga nyawa yang terkapar bersimbah darah, para pengemudi kendaraan raksasa itu justru menunjukkan arogansi jalanan yang tak termaafkan. Kedua sopir menginjak pedal gas dalam-dalam dan melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).

BACA JUGA  Longsor di Kawasan Bromo, 7 Motor Tertimbun di Bukit King Kong

“Baik truk tangki air maupun dump truck yang menabrak korban sama-sama melarikan diri,” tambah Iptu Joko.

Kini, jasad satu keluarga asal Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu telah dievakuasi. Publik kini menanti langkah cepat dan tegas kepolisian untuk memburu dua sopir tak bernurani tersebut melalui rekaman CCTV maupun saksi mata. Insiden berdarah ini kembali menjadi peringatan keras betapa kejamnya jalanan bagi pengendara roda dua ketika berhadapan dengan kendaraan berat yang minim empati. (Irawan/Mun)

TRENDING