Connect with us

DUNIA

Rudal Balistik Houthi Berulah, Aliansi Saudi-Turki-Pakistan Turun Tangan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Gelombang serangan milisi Houthi Yaman ke wilayah Arab Saudi memicu respons keras dari aliansi Pakta Mekkah. Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bersiap menggelar pertemuan darurat tingkat kepala staf militer untuk menyusun strategi pertahanan gabungan guna meredam ancaman Houthi.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengonfirmasi rencana tersebut usai pertemuan tingkat menteri luar negeri ketiga negara pada Kamis (25/9). Melalui akun resmi di platform X pada hari Jumat, Kemlu Saudi menyatakan pertemuan para panglima ini bertujuan membahas langkah-langkah dukungan nyata bagi Kerajaan, sejalan dengan komitmen Perjanjian Mekkah untuk Pertahanan Bersama.

Aliansi ini mengirimkan peringatan keras dengan menekankan satu klausul utama pakta tersebut: setiap agresi terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terbuka terhadap seluruh pihak.

BACA JUGA  Drone Houthi Hantam Kilang Aramco

Mobilisasi militer darurat ini dipicu oleh eskalasi serangan Houthi yang makin tajam. Terbaru, militer Saudi mengonfirmasi telah mencegat rudal balistik yang diluncurkan Houthi. Insiden beruntun ini memaksa otoritas pertahanan mengeluarkan peringatan keamanan tingkat tinggi untuk wilayah-wilayah vital, termasuk Kota Suci Mekkah, Jeddah, hingga kawasan industri Yanbu.

Selain merancang opsi pertahanan militer, para menteri luar negeri Saudi, Turki, dan Pakistan turut membahas krisis Timur Tengah secara makro. Mereka menegaskan pentingnya memperkuat hukum internasional, menjaga prinsip kebaikan hubungan bertetangga, menghormati kedaulatan, serta menolak segala bentuk campur tangan urusan internal negara. Ketiganya juga sepakat mendukung upaya peredaan konflik demi tercapainya solusi damai yang permanen.

BACA JUGA  Hizbullah Luncurkan Rudal Balistik ke Markas Mossad

Aksi saling gempur antara koalisi Saudi dan Houthi terus memanas belakangan ini. Kedua kubu secara agresif saling menargetkan infrastruktur strategis seperti bandara sipil dan gudang senjata. Dinamika ini semakin memperburuk stabilitas kawasan yang saat ini sudah mendidih akibat pusaran konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan perairan strategis Selat Hormuz. (Mun)

TRENDING