Connect with us

POLITIK

Tak Masalah PT 8%, Guntur Romli Sebut Jokowi Sengaja Tantang Prabowo

Aktualitas.id -

Juru Bicara PDIP, Mohamad Guntur Romli,
Politikus PDIP, Guntur Romli, foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Sikap santai Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang mengaku tak masalah jika ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dinaikkan hingga 8 persen, langsung memantik reaksi keras dari PDI Perjuangan. Politikus PDIP, Guntur Romli, melontarkan kritik tajam dan menyebut pernyataan Jokowi tersebut terkesan arogan serta menantang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Guntur menyoroti permainan angka yang dilontarkan Jokowi. Pasalnya, Partai Gerindra sendiri hanya mengusulkan kenaikan ambang batas di angka 5 persen, namun Jokowi justru melempar angka 8 yang sangat lekat dengan identitas Presiden Prabowo.

“Jokowi sepertinya menantang Pak Prabowo dan Gerindra dengan menyebut 8 persen. Karena angka 8 itu kan identik dengan Presiden Prabowo,” sentil Guntur Romli kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

BACA JUGA  Heboh Dugaan Mark Up Whoosh, PDIP Ungkit Peringatan Megawati Sejak 2015

Tak henti di situ, Guntur langsung mematahkan kepercayaan diri Jokowi dengan menyinggung nasib tragis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2024 lalu. Ia mengingatkan bahwa saat Jokowi masih memegang kekuasaan penuh sebagai Presiden RI pun, partai berlambang mawar itu gagal melenggang ke Senayan.

“Ambang batas parlemen 2024 dengan 4 persen saja, PSI tidak lolos padahal waktu itu Jokowi jadi presiden dan PSI sudah mem-branding diri sebagai Partai Jokowi,” ujar Guntur tajam.

Secara blak-blakan, Guntur memprediksi nasib suram bagi partai-partai kecil loyalis Jokowi di masa depan jika ambang batas benar-benar dinaikkan. Menurutnya, tanpa bayang-bayang kekuasaan presiden, menembus angka 4 persen saja akan menjadi misi mustahil.

BACA JUGA  Demi Prinsip Keterwakilan, PAN Ingin Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

“Maka, dengan Jokowi tidak jadi presiden, 4 persen pun di Pemilu 2029 PSI sebenarnya tidak akan lolos,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Guntur memberikan peringatan keras agar Jokowi lebih mawas diri dan tidak mengeluarkan pernyataan yang terlampau percaya diri terkait peta kekuatan politik ke depan.

“Jokowi terkesan jumawa, alias sombong. Jangan jumawa dan besar kepala,” pungkasnya.

Sebelumnya, wacana kenaikan ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 5 hingga 7 persen bergulir kencang di Senayan. Menanggapi dinamika tersebut, Jokowi secara mengejutkan justru menyatakan ketidakberberatannya jika syarat masuk parlemen itu dikerek hingga menyentuh angka 8 persen. (Andrey/Mun)

TRENDING