Connect with us

DUNIA

AS Resmi Angkat Kaki dari Irak Setelah 12 Tahun

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Amerika Serikat resmi mengakhiri kehadiran militernya di Irak setelah menyelesaikan penarikan seluruh pasukan pada Rabu (30/9/2026). Penarikan ini menandai berakhirnya misi selama 12 tahun yang dijalankan Washington dalam membantu Irak memerangi kelompok teroris ISIS.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengonfirmasi bahwa personel dan perlengkapan militer terakhir telah meninggalkan pangkalan udara di Irbil, wilayah Irak Utara. Dengan langkah tersebut, tidak ada lagi pasukan Amerika yang bertugas dalam misi koalisi di negara Timur Tengah tersebut.

Menurut Parnell, keputusan itu menjadi tonggak penting setelah operasi panjang yang diklaim berhasil menghancurkan ISIS sebagai ancaman militer terorganisir di Irak maupun kawasan sekitarnya.

“Tonggak sejarah ini mencerminkan keberhasilan kampanye selama 12 tahun yang mengalahkan ISIS sebagai ancaman militer terorganisir di Irak dan di seluruh wilayah,” ujarnya.

BACA JUGA  Perhitungan Belum Selesai, Donald Trump Klaim Menang Pilpres AS

Pentagon menilai penarikan tersebut sekaligus menandai perubahan besar dari misi perang menuju kerja sama keamanan yang dipimpin oleh pemerintah Irak sendiri. Meski seluruh pasukan telah ditarik, Amerika Serikat disebut masih akan memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan dan kerja sama intelijen secara terbatas.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut keberhasilan proses penarikan yang berjalan tertib. Trump menyebut keputusan tersebut sebagai kemenangan besar bagi Washington dan Baghdad.

“Hari ini adalah hari kemenangan untuk Amerika Serikat, kemenangan bagi Irak, dan kemenangan telak atas ISIS,” kata Trump.

Penarikan pasukan ini menjadi babak terbaru dalam hubungan panjang AS dan Irak. Amerika Serikat pertama kali menginvasi Irak pada 2003 untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein. Setelah bertahun-tahun terlibat dalam konflik dan operasi keamanan, Washington menarik pasukannya pada akhir 2011.

BACA JUGA  Trump Ancam Rebut Paksa Uranium Iran Jika Negosiasi Gagal

Namun situasi kembali berubah ketika ISIS muncul dan menguasai sejumlah wilayah strategis Irak pada 2014. Pemerintah Irak kemudian meminta bantuan militer Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman tersebut.

Setelah hampir satu dekade operasi gabungan, Washington dan Baghdad akhirnya mencapai kesepakatan pada 2024 untuk mengakhiri misi militer AS di Irak. Kesepakatan itu kini telah direalisasikan sepenuhnya dengan keluarnya pasukan terakhir dari wilayah Irak.

Berakhirnya kehadiran militer Amerika di Irak dipandang sebagai momen bersejarah yang akan menentukan arah stabilitas keamanan, pengaruh geopolitik, dan keseimbangan kekuatan baru di kawasan Timur Tengah pada tahun-tahun mendatang. (Mun)

TRENDING