Berita
Putuskan Nasib Warganya, Taiwan Minta WHO Lepaskan Kendali China
Taiwan menuntut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melepaskan kendali Cina dalam memutuskan nasib warganya menangani pandemi virus corona. Kementerian Luar Negeri Taiwan dengan tegas meminta terlibat untuk menunjukkan kemampuan di panggung global, Selasa (5/5/2020). WHO menempatkan Taiwan sebagai salah satu wilayah di bawah pemerintahan China. Kondisi itu membuat Taipei marah dan menganggap keputusan itu telah […]
Taiwan menuntut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melepaskan kendali Cina dalam memutuskan nasib warganya menangani pandemi virus corona. Kementerian Luar Negeri Taiwan dengan tegas meminta terlibat untuk menunjukkan kemampuan di panggung global, Selasa (5/5/2020).
WHO menempatkan Taiwan sebagai salah satu wilayah di bawah pemerintahan China. Kondisi itu membuat Taipei marah dan menganggap keputusan itu telah menciptakan celah berbahaya dalam perang global melawan virus corona.
Taiwan telah melobi untuk hadir sebagai pengamat dalam pertemuan bulan ini dari badan pembuat keputusan WHO, Majelis Kesehatan Dunia (WHA). Pengajuan itu, menurut sumber-sumber pemerintah dan diplomatik mengatakan, membuat China melakukan pemblokiran.
Pejabat hukum utama WHO, Steven Solomon mengatakan, WHO mengakui Republik Rakyat China atau nama resmi Taiwan sebagai satu perwakilan sah China, Senin (4/5). Keputusan itu sesuai dengan kebijakan PBB sejak 1971 dan menjawab pertanyaan tentang kehadiran Taiwan sebagai satu untuk 194 negara anggota WHO.
Keputusan itu pun ditentang oleh Taiwan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou mengatakan, keputusan 1971 menunjukkan kondisi Beijing mengambil kursi dari Taipei.
Peristiwa itu tidak menunjukkan China mewakili Taiwan secara internasional. “Hanya pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis yang dapat mewakili 23 juta orang Taiwan di komunitas internasional,” kata Ou.
Ou pun menegaskan, WHO harus membuang kendali pemerintah China dan membiarkan Taiwan berpartisipasi penuh dalam memerangi virus corona. “Jangan biarkan campur tangan politik hCina yang tidak patut menjadi penghalang untuk menghambat perjuangan bersatu dunia melawan virus,” katanya.
Taiwan menghadiri WHO sebagai pengamat dari 2009-2016 ketika hubungan Taipei-Beijing menghangat. Namun, China menghalangi partisipasi lebih lanjut setelah pemilihan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang China anggap sebagai separatis karena ingin melepaskan Taipei dari Beijing.
China mengatakan Taiwan cukup terwakilkan oleh Beijing dan Taipei hanya dapat mengambil bagian dalam WHO di bawah kebijakan “satu China”. Kebijakan tersebut menepatkan Taiwan harus menerima bahwa bagian dari China, sesuatu yang tidak akan dilakukan pemerintah Tsai.
-
RIAU02/05/2026 16:00 WIBSindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
-
EKBIS02/05/2026 17:30 WIBBeri Dampak Sosial-Ekonomi, Danantara Evaluasi Beragam Peluang
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 23:00 WIBAntusiasme Tinggi Warnai Upacara Hardiknas di SD Naena Kekwa Bersama Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika
-
PAPUA TENGAH02/05/2026 16:30 WIBYan Mandenas dan Kapolda PPT Pantau Pendistribusian dan Cek Kesiapan Stok Beras di Bulog KC Timika
-
JABODETABEK02/05/2026 19:00 WIBKoridor Baru Layanan Biskita Trans Depok Mulai Dikembangkan
-
POLITIK02/05/2026 18:30 WIBMegawati: Pancasila Harus Jadi Ruh Hukum di Tengah Hiper-Regulasi
-
NASIONAL02/05/2026 18:00 WIBKPAI Minta Proses Hukum Pelaku Kekerasan Seksual di Pesantren Ciawi
-
DUNIA02/05/2026 19:30 WIBUSS Gerald R. Ford Tinggalkan Timur Tengah

















