Berita
AS Curigai Kantor Konsulat China di Houston Pusat Intelijen Siber
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menyatakan alasan mereka mendesak China menutup kantor konsulat di Houston, Texas, karena negara itu dicurigai melakukan aktivitas pencurian kekayaan intelektual. Seperti dilansir VOA, Kamis (23/7), Pompeo mengatakan kegiatan konsulat China di Houston mempunyai dampak besar. “Bukan hanya kekayaan intelektual Amerika yang dicuri, tetapi juga kekayaan intelektual Eropa yang […]
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menyatakan alasan mereka mendesak China menutup kantor konsulat di Houston, Texas, karena negara itu dicurigai melakukan aktivitas pencurian kekayaan intelektual.
Seperti dilansir VOA, Kamis (23/7), Pompeo mengatakan kegiatan konsulat China di Houston mempunyai dampak besar.
“Bukan hanya kekayaan intelektual Amerika yang dicuri, tetapi juga kekayaan intelektual Eropa yang harus dibayar dengan hilangnya ribuan pekerjaan bagi para pekerja keras di seluruh Eropa dan Amerika, yang dicuri oleh Partai Komunis China,” kata Pompeo.
Seorang anggota Dewan Perwakilan AS fraksi Partai Republik, Marco ‘Mark’ Antonio Rubio, bahkan menuduh China menggunakan konsulat di Houston sebagai kedok untuk menjalankan kegiatan spionase.
“Konsulat China di Houston bukan kantor diplomatik. Itu adalah pusat operasi jaringan mata-mata Partai Komunis China di AS,” tulis Rubio dalam cuitan melalui Twitter.
Perseteruan kedua negara seolah memperlihatkan era baru perang dingin. AS terakhir kali memaksa negara lain menutup perwakilan diplomatik pada tiga tahun lalu.
Saat itu AS memerintahkan Rusia menutup kantor konsulat di San Francisco. Kemudian, AS juga menduduki kantor perwakilan diplomatik Rusia di New York dan Washington.
Kantor Konsulat China di Houston adalah perwakilan diplomatik pertama selain kedutaan besar yang didirikan di AS.
Politikus oposisi dari Partai Demokrat AS, Senator Bob Menendez, justru mengkritik keputusan pemerintah Presiden Donald Trump soal China, terutama dalam hal dampak jangka panjang.
“Saya juga mendukung keamanan nasional. Saya memahami bagaimana pentingnya bersikap tegas di hadapan China. Namun, bersikap tegas yang dimaksud adalah tujuannya, bukan hasilnya,” ujar Menendez.
“Apa pengaruhnya bagi kita jika China membalas, dan sudah pasti mereka akan melakukannya? Apa langkah kita selanjutnya?,” ujar Menendez.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menyatakan keputusan kali ini adalah bentuk peningkatan perseteruan terhadap China.
Dia juga mengatakan pemerintah AS bersikap melecehkan diplomat China dan staf konsuler.
“Ini adalah provokasi politik oleh AS terhadap China, pelanggaran besar hukum internasional dan aturan dasar hubungan internasional, pelanggaran perjanjian konsuler AS China, serta upaya untuk merusak hubungan AS-China,” kata Wenbin seperti dikutip Global Times.
Pemerintah China menyatakan kedutaan besar mereka di Washington, Amerika Serikat, mendapat ancaman teror bom pada Senin lalu. Selain itu, sejumlah kantor konsulat juga mendapat surat ancaman pembunuhan.
-
NASIONAL13/07/2026 19:30 WIBPrabowo Diminta Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke KPK
-
RAGAM13/07/2026 19:00 WIBEuforia Koplove Fest Volume 4, Bejo Jahe Merah Manjakan Pengunjung dengan Berbagai Fasilitas
-
NASIONAL13/07/2026 22:30 WIBBuku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan dalam 35 Bahasa
-
OTOTEK13/07/2026 20:30 WIBDaftar 10 AI Gratis Pembuat Presentasi Terbaik 2026, Mudah dan Cepat
-
NASIONAL14/07/2026 09:00 WIBSidang DJKA Bongkar Dugaan Aliran Rp100 Juta ke Gus Miftah
-
OLAHRAGA13/07/2026 22:00 WIBPiala Dunia 2030 Berpotensi Tambah Peserta Jadi 64 Negara, Ini Alasan FIFA
-
JABODETABEK14/07/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Langit Jakarta Berawan Seharian
-
NUSANTARA13/07/2026 23:00 WIBCik Ujang Hadiri Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Pansus Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah

















