Berita
Ditawarin Jibril Hantamkan Gunung, Rasulullah SAW Pilih Mendoakan
Nabi Muhammad SAW diutus sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi suri teladan yang baik bagi umatnya. Salah satu sikap nabi yang patut diteladani adalah tetap mendoakan meskipun dizalimi. Sikap Nabi SAW ini ditunjukkan ketika beliau datang ke Thaif untuk berdakwah. Saat datang ke Thaif, alih-alih pesan dan nasihatnya didengar, Nabi SAW malah mendapatkan lemparan batu […]
Nabi Muhammad SAW diutus sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi suri teladan yang baik bagi umatnya. Salah satu sikap nabi yang patut diteladani adalah tetap mendoakan meskipun dizalimi.
Sikap Nabi SAW ini ditunjukkan ketika beliau datang ke Thaif untuk berdakwah. Saat datang ke Thaif, alih-alih pesan dan nasihatnya didengar, Nabi SAW malah mendapatkan lemparan batu yang akhirnya melukai wajah dan tubuhnya.
Dalam buku “Manusia yang Tidak Seperti Manusia”, Ahmad Zarkasih menjelaskan, setelah itu tiba-tiba datang bantuan dari Allah Awt dengan diturunkannya malaikat Jibril As, yang kemudian menawarkan “jasa pelayanan” untuk beliau guna membalas apa yang sudah dilakukan bangsa Thaif yang tidak menghormati Nabi sama sekali.
Malaikat Jibril saat itu menawarkan kepada Nabi untuk menghancurkan kaum Thaif tersebut dengan gunung yang siap diangkat malaikat. Bagi orang yang sedang dalam keadaan terdesak dan juga juga dalam posisi yang lemah, tentu bantuan semacam ini adalah tawaran yang rasanya sangat baik untuk diterima.
Namun, Nabi Muhammad justru menolak tawaran malaikat Jibril tersebut dan memilih untuk mendoakan kaum Thaif yang menzaliminya. Saat darah masih mengalir di wajahnya, Nahi Saw mengangkat tangan lalu mengatakan:
إِنَّ اللهَ لم يبعَثْنِي طعَّانًا ، ولا لعَّانًا ، ولكن بعَثَني داعِيًا ورحمَةً ، اللهم اهدِ قوْمِي فإِنَّهم لا يعلمونَ
“Allah tidak mengutusku untuk menjadi orang yang merusak dan juga tidak untuk menjadi orang yang melaknat. Akan tetapi Allah SWT mengutusku
untuk menjadi penyeru doa dan pembawa rahmat. Ya Allah, berilah hidayah untuk kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
Sangat wajar jika manusia marah setelah mendapatkan banyak luka akibat kezaliman orang lain. Tapi, Nabi SAW memang tidak diutus untuk membalas keburukan dengan keburukan. Tapi beliau diutus Allah SWT sebagai agen kebaikan dan penyebar kasih sayang.
-
POLITIK21/08/2026 14:00 WIBMardiono: PT 7% Bunuh Demokrasi
-
JABODETABEK21/08/2026 14:30 WIBTabrak Truk, Dua Penumpang Jeep Mercy Hangus Terbakar di Tol Jagorawi
-
DUNIA21/08/2026 12:00 WIB108 Sekolah Malaysia Ditutup Gegara Asap RI
-
NASIONAL21/08/2026 19:00 WIBJelang Muktamar, Gus Yahya Minta Kader NU Jangan Mau Ditakut-takuti
-
OTOTEK21/08/2026 13:30 WIBFacebook Bela Konten Ajak Perang Lawan Islam
-
POLITIK21/08/2026 16:00 WIBSDI Kumpulkan Pejabat hingga Akademisi, Ada Misi Besar?
-
NASIONAL21/08/2026 17:00 WIBBMKG: Gempa Susulan NTT Bisa Sampai 4 Minggu
-
DUNIA21/08/2026 18:00 WIBNATO Pasang Kuda-Kuda Hadapi Iran

















