Berita
Buat Resah Masyarakat, Pegiat Media Sosial Desak Para Buzzer Dibubarkan
AKTUALITAS.ID – Saya juga mendukung segera dibubarkannya para buzzer yang selama ini membuat resah masyaraka. Sebab para buzzer itulah selama ini yang kerap membuat gaduh di medsos seperti postingan video Abu Janda yang mempesetkan lagu Keong Racun untuk menyindir Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Keberadaan buzzer seperti Abu Janda dan kawan-kawan serta pengikutnya, harus ditindak […]
AKTUALITAS.ID – Saya juga mendukung segera dibubarkannya para buzzer yang selama ini membuat resah masyaraka. Sebab para buzzer itulah selama ini yang kerap membuat gaduh di medsos seperti postingan video Abu Janda yang mempesetkan lagu Keong Racun untuk menyindir Imam Besar Habib Rizieq Shihab.
Keberadaan buzzer seperti Abu Janda dan kawan-kawan serta pengikutnya, harus ditindak tegas berupa penghapusan akun medsosnya seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.
Saya menilai, jika para buzzer tersebut tidak dibubarkan dan masih dibiarkan, maka dampaknya terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf yang akan tidak disukai oleh rakyat banyak, Jakarta, Selasa (1/12/2020).
Sebab diketahui keberadaan mereka selama ini sebagai buzzer pro pemerintah yang bisa berbuat semaunya dengan menyerang lawan yang tidak sependapat dengan pemerintahan Jokowi.
Selama ini para buzzer tidak ditindak. Bahkan mereka dipanggil untuk dimintai keterangan saja terkait postingannya di medsos pun tidak pernah.
Saya meminta agar para warganet untuk beramai-ramai klik blokir pada akun para buzzer. Hal itu dilakukan agar pihak medsos dapat menutup selamanya para akun buzzer.
Jika mereka membuat akun baru lagi untuk menyerang lawan yang mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi, maka diharapkan warganet kembali memblokir terhadap akun baru mereka.
Begitu seterusnya sampai para buzzer itu hilang.
Saya pun minta terhadap pihak medsos khususnya Facebook untuk tidak berpihak dan harus netral dalam memiliki media sosial khususnya untuk di Indonesia. Pihak Facebook jangan hanya melakukan suspend terhadap akun yang sering mengkritisi dan tidak pro terhadap pemerintahan.
Seperti akun facebook hanya karena posting foto anggota FPI melakukan evakuasi warga korban banjir di Kota Tebing Tinggi, lalu disuspend dan tidak dapat digunakan selama 30 hari kedepan.
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 16:46 WIBPria Paruh Baya di Mimika Ditemukan Gantung Diri
-
NASIONAL16/02/2026 18:30 WIBBareskrim: AKBP Didik Miliki Narkoba untuk Konsumsi
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 15:16 WIBTiga Unsur Ini Punya Peran Penting untuk Penyelesaian Tapal Batas Kapiraya
-
RAGAM16/02/2026 13:30 WIBHilal Diprediksi Tak Terlihat 17 Februari, Ini Perkiraan Awal Ramadan 2026 di Berbagai Negara
-
OLAHRAGA16/02/2026 19:41 WIBDidukung PTFI, Tiga Pemain PFA Tempah Kemampuan di Klub Austria
-
OLAHRAGA16/02/2026 20:30 WIBBayern Muenchen Masih Perkasa di Puncak Klasemen
-
NUSANTARA16/02/2026 12:30 WIBKepergok Curi Motor, Maling di Rangkasbitung Jadi Bulan-bulanan Warga
-
NUSANTARA16/02/2026 14:30 WIBWaspada! Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat 16-21 Februari 2026 Menurut BMKG

















