Berita
AHY Sarankan Kubu Moeldoko Lebih Baik Dirikan Partai Baru Secara Konstitusional
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyarankan kubu Moeldoko lebih baik membuat partai baru secara konstitusional. Mengingat pemerintah telah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. “Pasca-keputusan Kemenkumham 31 Maret sudah jelas mana yang sah. Jadi jangan lagi usik Partai Demokrat. Karena kami siap melawan, DPC […]
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyarankan kubu Moeldoko lebih baik membuat partai baru secara konstitusional. Mengingat pemerintah telah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Pasca-keputusan Kemenkumham 31 Maret sudah jelas mana yang sah. Jadi jangan lagi usik Partai Demokrat. Karena kami siap melawan, DPC dan DPD Jawa Tengah tentu siap bersatu melawan para pengganggu Partai Demokrat,” katanya di Kabupaten Semarang, Minggu (4/4/2021).
Dia menyebut banyak jenderal yang menempuh jalur politik dengan mendirikan partai baru. Seperti R. Hartono mendirikan PKPB, Edy Sudrajat dengan PKPI, Wiranto membangun Partai Hanura, dan Prabowo Subianto mendirikan Partai Gerindra.
“Pembentukan partai baru secara konstitusional lebih elegan dan bermartabat daripada merebut partai dengan cara-cara tidak benar. Tentu SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang membangun Partai Demokrat selama 20 tahun, masak akan dibegal dengan KLB ilegal,” ungkapnya.
Menurutnya atas prahara yang terjadi selama ini, SBY tidak perlu turun. Sebab SBY yang sudah merawat partai dari awal hingga besar dipercaya rakyat.
“Jadi yang dilakukan oleh kubu Moeldoko dengan mengadakan KLB ilegal itu kan mau enaknya saja, sehingga tidak bisa diterima akal sehat,” ujar AHY.
Pascaprahara tersebut ada tujuh penggerak KLB yang dipecat. Namun, AHY tidak bisa menghitung secara detail jumlahnya.
“Tentu yang kami lakukan adalah menghitung kader yang solid dan loyal pada kepengurusan yang sah. Kader yang setia adalah pejuang istimewa,” jelasnya.
Terkait untuk para kader pembelot tersebut pihaknya dan Partai Demokrat sudah memaafkan tapi tidak pernah melupakan yang telah dilakukan. “Kami tidak perlu demontrasi terhadap keputusan yang diambil, tapi tugas pemimpin adalah melakukan pembinaan agar tidak salah arah,” tutup AHY.
-
EKBIS20/10/2026 17:00 WIBEkonom Ingatkan Bahaya Reputasi Indonesia di Mata Investor Global
-
DUNIA20/10/2026 21:00 WIBIran Perketat Ancaman di Selat Hormuz
-
POLITIK20/10/2026 20:00 WIBGolkar Klaim Indonesia Tumbuh Cepat di Era Prabowo-Gibran
-
NASIONAL20/10/2026 17:15 WIBDua Tahun Prabowo-Gibran, Survei ASI Ungkap CKG dan Sekolah Rakyat Jadi Program Favorit
-
EKBIS20/10/2026 19:00 WIBIHSG Ditutup Menguat 5,65 Persen ke Level 5.278
-
NUSANTARA20/10/2026 22:00 WIBAksi Kasar Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Demonstran Wanita
-
DUNIA20/10/2026 18:00 WIBSerangan Drone Israel Tewaskan Warga Sipil di Gaza
-
NUSANTARA20/10/2026 14:30 WIBBapak dan Dua Anak Tewas Dalam Bentrokan di OKI

















