Berita
Usai Bom Rumah Menhan, Taliban Ancam Serang Pejabat Lain
Taliban memperingatkan akan menyerang lebih banyak pejabat Afghanistan setelah upaya mereka untuk membunuh Menteri Pertahanan Bismillah Mohammadi pada Selasa (3/8) lalu gagal. Juru bicara Taliban, Zabihullah Muhahid, mengatakan bahwa serangan bom dan tembakan di rumah dinas Mohammadi di Kabul itu hanya permulaan dari operasi balas dendam mereka. “Serangan itu hanya permulaan dari operasi balas dendam terhadap lingkaran […]
Taliban memperingatkan akan menyerang lebih banyak pejabat Afghanistan setelah upaya mereka untuk membunuh Menteri Pertahanan Bismillah Mohammadi pada Selasa (3/8) lalu gagal.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Muhahid, mengatakan bahwa serangan bom dan tembakan di rumah dinas Mohammadi di Kabul itu hanya permulaan dari operasi balas dendam mereka.
“Serangan itu hanya permulaan dari operasi balas dendam terhadap lingkaran pemimpin pemerintahan Kabul yang memerintahkan menyerang dan mengebom berbagai daerah negara ini,” ujar Muhahid seperti dikutip AFP.
Serangan Taliban di dekat kediaman Mohammadi ini menewaskan setidaknya delapan orang. Insiden ini pun menjadi perhatian luas karena terjadi di Zona Hijau, di mana rumah-rumah dinas pejabat dan sejumlah kedutaan besar negara asing berada.
Bom pertama meledak pada Selasa tengah malam. Mohammadi mengatakan bahwa serangan bom mobil bunuh diri itu menargetkan rumahnya.
Kurang dari dua jam setelah bom mobil itu, ledakan keras lainnya terdengar, diikuti dentuman lebih kecil dan serentetan tembakan.
Seorang sumber keamanan mengatakan bahwa sekelompok orang juga menyerbu rumah salah satu anggota parlemen. Dari sana, mereka menembaki rumah Mohammadi.
“Beberapa anggota parlemen sedang rapat di rumah anggota parlemen ini untuk membuat rencana melawan serangan Taliban di utara,” kata sumber itu kepada AFP.
Ketika ledakan dan tembakan mengguncang kota, para warga turun ke jalan-jalan Kabul dan naik ke atap rumah sambil meneriakkan “Allahu Akbar” dan “Matilah Taliban” sebagai tanda mereka mendukung pasukan Afghanistan memerangi pemberontak.
Sehari setelah itu, ledakan kembali mengguncang ibu kota, tepatnya di dekat gedung intelijen Afghanistan. Meski belum ada kelompok yang mengklaim sebagai dalang di balik ledakan itu, sejumlah pihak menduga serangan dilakukan Taliban.
Taliban memang terus menggencarkan serangannya setelah Amerika Serikat dan NATO menyatakan bakal menarik pasukannya dari Afghanistan.
Mereka bahkan mengklaim sudah menguasai 90 persen wilayah Afghanistan. Namun, Afghanistan bersumpah akan merebut kembali daerah-daerah tersebut.
-
OLAHRAGA23/06/2026 03:00 WIBInggris vs Ghana: Misi Lolos Grup L Piala Dunia 2026
-
NASIONAL23/06/2026 08:30 WIBKetua BEM FH UBK Ngaku Terima Rp 20 Juta dari Oknum Polisi Jelang Demo
-
OLAHRAGA22/06/2026 22:10 WIBSiaran Piala Dunia 2026 di Korea Utara Tak Tampilkan Laga Tiga Negara Ini
-
NUSANTARA22/06/2026 23:30 WIBHerman Deru Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Tegaskan Komitmen Maksimalkan Kesejahteraan Masyarakat
-
NASIONAL22/06/2026 22:25 WIBLHKPN Naik Drastis, GERTAK Desak Kejagung Usut Lonjakan Harta Zita Anjani
-
JABODETABEK22/06/2026 23:00 WIBEastJakFest 2026 Jadi Motor Ketahanan Pangan dan UMKM di Jakarta Timur
-
POLITIK23/06/2026 16:15 WIBRoy Suryo dan Dokter Tifa Dapat Penagguhan, Analis Sebut Jokowi Tertekan
-
OLAHRAGA23/06/2026 04:33 WIBJadwal Piala Dunia 2026: Pekan Sengit Penentu Kelolosan

















