Berita
Zulkifli Hasan Nilai Amandemen UUD Sulit Terwujud Bila Terlalu Banyak Isu yang Dibahas
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menilai amandemen UUD 1945 sulit terwujud bila terlalu banyak isu yang akan dibahas. Ketua MPR RI periode 2014-2019 ini mengatakan, saat itu sudah disepakati dalam rekomendasi untuk amandemen terbatas memasukkan haluan negara atau sekarang disebut Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Namun, dalam perjalannya terdapat perkembangan luar […]
AKTUALITAS.ID – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menilai amandemen UUD 1945 sulit terwujud bila terlalu banyak isu yang akan dibahas.
Ketua MPR RI periode 2014-2019 ini mengatakan, saat itu sudah disepakati dalam rekomendasi untuk amandemen terbatas memasukkan haluan negara atau sekarang disebut Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Namun, dalam perjalannya terdapat perkembangan luar biasa. Misalnya DPD RI punya usulan baru.
“Nah sekarang perkembangan luar biasa, DPD pengen lain macam-macam gitu, saya kira kalau seperti ini sulit terjadi,” ujar politikus yang akrab disapa Zulhas ini di sela Rakernas PAN, Selasa (31/8/2021).
Ia yakin amandemen terbatas bisa dilakukan jika hanya satu isu haluan negara saja. “Karena pada masa itu bisa amandemen kalau isunya cuma satu yaitu PPHN,” jelas Zulhas.
Wakil Ketua MPR RI mengatakan, partai-partai akan sulit setuju untuk menyepakati perubahan besar. Perlu persetujuan 3/4 anggota MPR supaya amandemen UUD 1945 bisa dilakukan.
“Jadi kalau perubahan besar teman-teman partai lain enggak akan setuju, dan ingat itu kan 3/4, harus partai besar ikut,” ujar Zulhas.
“3/4 loh nanti rapat MPR kemudian ada kelompok-kelompok, saya kira tidak mudah kalau isunya banyak,” ujarnya.
Maka itu, untuk saat ini menurut Zulhas akan sulit wacana amandemen UUD 1945 terjadi. “Sulit, enggak ada itu, amandemen itu sulit terjadi saya kira,” katanya.
-
POLITIK23/04/2026 06:00 WIBSahroni Tegaskan Masa Jabatan Ketum Parpol Bukan Urusan KPK
-
PAPUA TENGAH23/04/2026 00:01 WIBMenembus Ombak demi Wajah Baru Keakwa
-
OTOTEK22/04/2026 21:00 WIBIoniq 3 Untuk Pasar Eropa Mulai Diperkenalkan Hyundai
-
POLITIK23/04/2026 07:00 WIBGolkar Dorong Parliamentary Threshold 5 Persen di RUU Pemilu!
-
POLITIK22/04/2026 21:30 WIBRUU Pemilu Ditargetkan Rampung 2,5 Tahun Pemerintahan Prabowo
-
DUNIA22/04/2026 23:30 WIBTerkait Selat Hormuz, Uni Eropa Perluas Sanksi Terhadap Iran
-
NUSANTARA23/04/2026 06:30 WIBPolisi Bongkar Peredaran Narkoba di Kawasan Ibu Kota Baru
-
OASE23/04/2026 05:00 WIBNubuat Rasulullah: Perang Besar Akhir Zaman Sudah Dekat?

















