Berita
KPU Sebut Pelaksanaan Pemilu Ideal Digelar Maret Menyesuaikan Dengan Pilkada Serentak 2024
AKTUALITAS.ID – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari berbicara mengenai pengunduran hari pemungutan suara Pemilu 2024. Hasyim menyebut pelaksanaan pemilu ideal digelar Maret menyesuaikan dengan Pilkada serentak 2024. “Kalau hitung-hitungan berkaca pada 2019, kalau coblosannya April kan problematik. Yang moderat Maret 2024, setidak-tidaknya Maret dengan polanya sama,” kata Hasyim dalam diskusi daring yang diselenggarakan […]
AKTUALITAS.ID – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari berbicara mengenai pengunduran hari pemungutan suara Pemilu 2024. Hasyim menyebut pelaksanaan pemilu ideal digelar Maret menyesuaikan dengan Pilkada serentak 2024.
“Kalau hitung-hitungan berkaca pada 2019, kalau coblosannya April kan problematik. Yang moderat Maret 2024, setidak-tidaknya Maret dengan polanya sama,” kata Hasyim dalam diskusi daring yang diselenggarakan Bawaslu, Rabu (22/9/2021).
Hasyim menjelaskan butuh rentang waktu tiga bulan ketika pemungutan suara Pilkada 2020 dengan masa pendaftaran calon. Dengan begitu, masa pendaftaran calon Pilkada 2024 setidaknya harus dimulai Agustus.
Sementara, pencalonan kepala daerah mensyaratkan kursi DPRD bagi setiap partai politik. Dengan begitu, pencalonan Pilkada Serentak 2024 hanya bisa dilakukan jika hasil Pemilihan Legislatif 2024 sudah ditetapkan.
Hasyim pun merujuk pada pengalaman Pileg 2019 yang digelar 17 April 2019. Sengketa di Mahkamah Konstitusi rampung pada 11 Agustus 2019. Dengan begitu, ia menilai pencoblosan Pileg 2024 setidaknya dilakukan Maret 2024.
“Dengan pola yang sama dan ada putusan MK yang kurang lebih durasi waktunya sama, maka akhir Juli (2024) sudah bisa diketahui kepastian hukumnya (perolehan kursi parpol di DPRD),” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah mengajukan usul penundaan pengambilan keputusan terkait Pemilu dan Pilkada 2024. Pemerintah belum cocok dengan tanggal 21 Februari 2024.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan pergeseran waktu pemungutan suara ke Maret atau April 2024. Ia beralasan pemilu di awal tahun tidak efisien dan akan mengganggu stabilitas politik.
Namun, usulan Tito memundurkan Pemilu 2024 dua bulan itu mendapat kritik dari sejumlah pemerhati pemilihan umum. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mempertanyakan langkah pemerintah menunda pengambilan keputusan Pemilu 2024. Mereka menilai tak ada alasan jelas dari langkah pemerintah tersebut.
Sementara, mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay meminta tak ada yang memaksakan perubahan jadwal Pemilu 2024 yang sudah disepakati sebelumnya dengan dalih stabilitas politik.
-
EKBIS01/09/2026 09:30 WIBIHSG Awal September Dibuka Menguat
-
DUNIA01/09/2026 11:00 WIBKSAD Maruli: Tato Tradisi Tak Halangi Jadi Prajurit
-
JABODETABEK01/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Awal September
-
JABODETABEK01/09/2026 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jakarta Awal September Super Cerah
-
NUSANTARA01/09/2026 12:30 WIBBMKG: September 2026 Belum Aman dari Kemarau
-
EKBIS01/09/2026 10:30 WIBRupiah Nyaris Tak Bergerak di Rp17.7 Ribu
-
EKBIS01/09/2026 11:30 WIBPertamina Umumkan Harga Baru BBM Nonsubsidi
-
NASIONAL01/09/2026 13:00 WIBGerindra Semprot Bakom Soal Hasil Survei Anjlok

















