Berita
Satu Orang Tewas, Markas Intelijen Rusia Diberondong Tembakan
Gedung Lubyanka sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan
Satu orang tewas setelah seorang pria bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan ke kantor Federal Security Service (FSB) yang merupakan badan intelijen utama Rusia, di pusat kota Moskow.
Menurut laporan media Rusia, pelaku menyerang bagian resepsionis gedung Lubyanka, markas bagi FSB dan pendahulunya di era komunis KGB. Korban penembakan adalah seorang petugas lalu lintas. Sementara itu, petugas keamanan FSB lainnya terluka dan kritis akibat penembakan itu.
Dilansir The Guardian, dalam video beredar terlihat pelaku bersenjata menyerang gedung Lubyanka dengan rentetan tembakan hingga menyebabkan kaca jendela pecah. Di bagian bawah bingkai jendela, satu orang tampak tidak bergerak.
Penyerang diketahui melarikan diri dan membarikade dirinya di dalam gedung sebelah. Dinas keamanan kemudian menembak mati pelaku dan mencari identitasnya. Petugas FSB bersenjata juga melakukan penyisiran dari halaman gedung sekitar untuk mencari kaki tangan pria bersenjata tersebut.
“Saya sedang duduk di sebuah kafe di seberang gedung FSB ketika mendengar tembakan. Saya melihat petugas polisi berlindung di belakang mobil. Staf bergegas membawa kami keluar melalui pintu belakang,” kata saksi, Sergei Komlin.
Tidak jelas diketahui apa motif penyerangan atau apakah dia bertindak sendiri. Penembakan itu terjadi pada hari yang sama dengan konferensi pers tahunan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang diputar langsung di seluruh negeri. Insiden itu diduga direncanakan bertepatan dengan pidato tersebut.
Putin pernah menjabat sebagai kepala FSB sebelum menjadi perdana menteri di bawah Boris Yeltsin dan kemudian menjadi presiden pada 2000. FSB adalah badan mata-mata domestik paling kuat di Rusia. Ketika tembakan dimulai, Putin sedang berpidato di dalam Istana Agung Kremlin untuk menghormati FSB dan personel keamanan lainnya.
Gedung Lubyanka sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan, termasuk pemboman bunuh diri oleh teroris Islam di stasiun metro terdekat. Lebih dari setahun yang lalu, seorang anarkis berusia 17 tahun meninggal ketika ia meledakkan bom di pintu masuk ke kantor FSB di Arkhangelsk, sebuah kota di Rusia barat laut. Tiga petugas FSB terluka dalam pemboman itu.
-
RAGAM14/09/2026 22:00 WIB10 Tanda Diabetes Bisa Muncul di Kulit
-
RIAU14/09/2026 16:22 WIBPolresta Pekanbaru Musnahkan 1.473 Butir Ekstasi, Sabu dan Cartridge Etomidate
-
POLITIK14/09/2026 17:00 WIBPDIP Pecat Kader Usai Temui Jokowi
-
NASIONAL14/09/2026 19:00 WIBDPR Minta Sanksi Keras bagi Operator Kapal yang Membandel
-
DUNIA14/09/2026 18:00 WIBMantan Pejabat CIA Terjerat Kasus Emas Rp700 Miliar
-
NASIONAL14/09/2026 20:00 WIBPuspom AU Tahan 4 Prajurit Terkait Kematian Serda Ahmad di Halim
-
DUNIA15/09/2026 00:00 WIBKebakaran Hutan Dahsyat Hanguskan Kawasan Mewah Costa del Sol Spanyol
-
OASE15/09/2026 05:00 WIBUmat Islam Wajib Percaya Seluruh Kitab Ini Tanpa Terkecuali

















