Berita
Jelang Pilkada, Bawaslu Nunukan Larang Kepala Daerah Mutasi-Angkat Pejabat
AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara sudah melayangkan surat peringatan terkait larangan pergantian pejabat oleh daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Hal itu terhitung sejak enam bulan sebelum penetapan calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing-masing daerah pada 8 Juli 2020 mendatang. “Sudah beberapa bulan yang lalu […]
AKTUALITAS.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara sudah melayangkan surat peringatan terkait larangan pergantian pejabat oleh daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Hal itu terhitung sejak enam bulan sebelum penetapan calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing-masing daerah pada 8 Juli 2020 mendatang.
“Sudah beberapa bulan yang lalu sudah kita ingatkan. Pekan lalu kita ingatkan lagi,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Nunukan Moch Yusran kepada Republika, Selasa (7/1/2020).
Sementara itu, Komisioner KPU RI Evi Novida Manik menjelaskan, pelarangan mutasi maupun pengangkatan pejabat oleh kepala daerah yang akan mengikuti kontestasi Pilkada 2020 berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Selain itu, aturan turunannya yakni Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelanggaraan Pilkada 2020.
Pada Pasal 71 ayat 2 UU Pilkada, disebutkan bahwa kepala daerah dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum masa penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri. Kemudian pada Pasal 71 ayat 3 dijelaskan, kepala daerah dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang mengungtungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.
Selain itu, Pasal 71 ayat 5 menyebutkan, apabila kepala daerah selaku pejawat melanggar ketentuan tersebut, yang bersangkutan dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota. Pasal 71 ayat 6 mengatur bahwa sanksi di kepala daerah yang tidak ikut dalam Pilkada 2020 pun diatur salam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Evi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga memiliki kewenangan untuk mengingatkan kepala daerah atas peraturan di atas. “Ini menjadi kewenangan Mendagri untuk mengingatkan kepala daerah,” kata dia.
-
POLITIK01/07/2026 16:35 WIBSafari Politik Jokowi Sengaja Ganggu Zona Nyaman Partai Mapan
-
POLITIK01/07/2026 17:30 WIBGerindra Tak Ambil Pusing Safari Politik Jokowi dengan PSI
-
RAGAM01/07/2026 21:00 WIBPOTEK Dance Fest 2026 Bandung Berlangsung Meriah, Mystylez Crew Wakili Kota Kembang ke Final
-
RIAU01/07/2026 20:10 WIBBengkalis Pimpin Partisipasi IHaI 2026 di Riau, Bupati Kasmarni Ajak Warga Terus Isi Survei
-
NASIONAL02/07/2026 06:00 WIBDKPP: Jangan Jadikan Medsos sebagai Pengadilan Kebenaran
-
NASIONAL01/07/2026 16:00 WIBKasus Kematian dr Icha Libatkan Pejabat, Rieke Desak Penegakan Hukum Tanpa Privilese
-
OLAHRAGA01/07/2026 17:00 WIBTumbangkan Swedia 0-3, Prancis Melaju Ke-16 Besar Piala Dunia 2026
-
NUSANTARA01/07/2026 16:15 WIBGubernur Sumsel Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda melalui Program Sultan Muda

















