Berita
PBB Minta Pemerintah Irak Penuhi Tuntutan Demonstran
Perwakilan Khusus Perserikatan Bangsa-Bansa (PBB) dan Sekretaris Jenderal untuk Irak Jeanine Hennis-Plasschaert menyambut penunjukan Perdana Menteri baru Mohammed Tawfiq Allawi, Sabtu (1/2/2020). Dia menyatakan dengan penunjukan tersebut maka harus membuat Irak bergerak maju dalam reformasi dengan mempertimbangkan tuntutan demonstran. “Penunjukan perdana menteri menghadapi tugas yang monumental, pembentukan kabinet yang cepat, dan konfirmasi parlemen untuk terus […]
Perwakilan Khusus Perserikatan Bangsa-Bansa (PBB) dan Sekretaris Jenderal untuk Irak Jeanine Hennis-Plasschaert menyambut penunjukan Perdana Menteri baru Mohammed Tawfiq Allawi, Sabtu (1/2/2020). Dia menyatakan dengan penunjukan tersebut maka harus membuat Irak bergerak maju dalam reformasi dengan mempertimbangkan tuntutan demonstran.
“Penunjukan perdana menteri menghadapi tugas yang monumental, pembentukan kabinet yang cepat, dan konfirmasi parlemen untuk terus maju dengan reformasi yang berarti untuk memenuhi tuntutan rakyat, memberikan keadilan dan akuntabilitas,” kata Hennis-Plasschaert dalam sebuah pernyataan dikutip dari Anadolu Agency.
Presiden Irak Barham Salih menugaskan mantan menteri komunikasi untuk membentuk pemerintahan baru dalam waktu satu bulan, pada Sabtu (1/2). Pergerakan cepat tersebut, menurut Hennis-Plasschaert, akan dihadapkan dengan tantangan penuh kesulitan.
Terlebih lagi, rakyat Irak menunjukkan protes yang cukup kuat sebelumnya. Allawi harus dapat memberikan pelayanan yang optimal dengan penuh komitmen dalam memenuhi tuntutan pemrotes.
“Meskipun ini merupakan tanda yang disambut dan membesarkan hati, rakyat Irak pada akhirnya akan menilai kepemimpinan mereka atas hasil dan pencapaian,” kata Hennis-Plasschaert.
PBB pun mengulangi seruan pada semua pemangku kepentingan mengutamakan kepentingan nasional. Hennis-Plasschaert pun mendesak agar Irak bertindak.
Hennis-Plasschaert meminta pemimpin baru dapat berusaha sangat keras membawa negara itu keluar dari krisis. “PBB akan terus mendukung rakyat Irak dan pemerintah mereka untuk membangun Irak yang lebih damai, adil, dan makmur,” ujarnya.
Allawi mengatakan, akan membangun pemerintahan yang bebas dari sektarianisme dan faksionalisme politik. Dia pun meminta para pemrotes untuk melanjutkan demonstrasi mereka sampai perubahan dicapai di negara itu.
Sedangkan, para pemrotes Irak menginginkan pemerintah teknokrat yang tidak berafiliasi dengan partai politik di negara itu. Namun, mereka melihat Allawi sebagai kandidat yang berasal dari partai politik, sehingga tidak memberikan tawaran yang sesuai.
Irak telah diguncang oleh protes massa sejak awal Oktober karena kehidupan rakyat yang buruk dan korupsi. Peristiwa itu mendorong Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi untuk mengundurkan diri pada 29 November. Pengunduran dirinya diterima pada 1 Desember.
-
NUSANTARA20/09/2026 14:00 WIBApi Liar Lahap 10 Hektare di Ampana Kota
-
NASIONAL20/09/2026 13:00 WIBGMNI Dikaitkan PKI, Abdul Hafid Beri Ultimatum 2×24 Jam
-
DUNIA20/09/2026 12:00 WIBIran Gantung Mata-mata Mossad
-
NASIONAL20/09/2026 16:00 WIBPengamat SDI: Prabowo Pertegas Dukungan Palestina dari Gontor
-
JABODETABEK20/09/2026 22:00 WIBBalap Liar di Puncak Berujung Maut
-
NUSANTARA20/09/2026 17:00 WIBJelang Pilkades, Kantor Bupati Bekasi Digembok Warga
-
DUNIA20/09/2026 18:00 WIBSaudi Klaim Gagalkan Rudal Houthi
-
DUNIA20/09/2026 15:00 WIBSerangan Brutal di Markas Polisi Lama Kohat

















