Berita
Rentan Bencana, DPR Ingatkan Pengadaan Alat Pendeteksi Tsunami Harus Utamakan Kualitas
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR, Ridwan Bae, menilai wilayah Indonesia rentan terjadi bencana gempa dan tsunami sehingga kualitas teknologi tsunami early warning system (Tews) tidak boleh dianggap enteng. Maka dari itu, Ridwan mengatakan pengadaan alat tsunami early warning sistem (Ina-TEWS) di lembaga yang ditunjuk pemerintah seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua Komisi V DPR, Ridwan Bae, menilai wilayah Indonesia rentan terjadi bencana gempa dan tsunami sehingga kualitas teknologi tsunami early warning system (Tews) tidak boleh dianggap enteng. Maka dari itu, Ridwan mengatakan pengadaan alat tsunami early warning sistem (Ina-TEWS) di lembaga yang ditunjuk pemerintah seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus sesuai aturan dan mengutamakan kualitas.
“Alat-alatnya harus berkualitas. Untuk itu, Komisi V mengimbau kepada BMKG dan Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar betul-betul alat-alatnya up to date semua,” kata Ridwan Bae pada Senin, (9/3/2020).
Menurut dia, pengadaan Ina-Tews di BMKG penting karena alat tersebut memiliki peranan penting dalam mitigasi bencana tsunami. Salah satu komponen penting dalam Ina-Tews khususnya Central Hub, yaitu rangkaian dari sistem teknologi untuk mengetahui magnitudo gempa bumi yang berkaitan dengan tsunami.
Sehingga, kata dia, kehadiran alat tersebut sangat membantu masyarakat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar meminimalisir dampak yang tidak diinginkan.
“BMKG dan Komisi V sudah bekerja maksimal untuk mengambil langkah-langkah supaya bisa meminimalisir terjadinya gempa dan tsunami. Paling tidak bisa mendeteksi lebih awal,” ujarnya.
Sementara Koordinator Nasional Masyarakat Anti Monopoli (MAM), Khairul, mengingatkan pengadaan alat tersebut harus sesuai dengan aturan dan proses yang berlaku. Sebab, jika pengadaan Ina-Tews tidak sesuai spesifikasi, maka bisa berakibat fatal yang memungkinkan teknologi tidak dapat membaca potensi tsunami secara akurat.
“Selain itu, praktik monopoli juga dapat menutup mata untuk melihat apakah masih ada teknologi yang lebih baik, canggih dan efisien,” katanya.
-
NASIONAL14/06/2026 09:00 WIBBEM UI Pastikan Demo Lanjutan Segera Digelar
-
NUSANTARA14/06/2026 09:30 WIB
Satpol PP Bongkar Ratusan Kios Ilegal di Puncak
-
DUNIA14/06/2026 08:00 WIBIran Tuding Israel Gagalkan Damai dengan AS
-
NASIONAL14/06/2026 10:00 WIBBGN Bantah Keras Isu Dana MBG Mengalir ke Presiden
-
RAGAM14/06/2026 15:30 WIBDokter Ungkap Batas Aman Makan Mi Instan
-
POLITIK14/06/2026 11:00 WIBPKS Targetkan Rekrutmen Relawan Tiap Hari
-
JABODETABEK14/06/2026 10:30 WIBNekat! Mobil Showroom Dijual demi Judol dan Pinjol
-
DUNIA14/06/2026 12:00 WIBPesawat Angkut Militer India Hancur Saat Mendarat
















