Connect with us

OTOTEK

Gila! AI Google Kini Bisa Ramal Gerakan Pemain Bola

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Dunia sepak bola memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar mengandalkan insting pelatih atau pengalaman mantan pemain, kini kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil peran dalam membaca pertandingan bahkan sebelum sebuah serangan terjadi.

Google DeepMind memperkenalkan TacticAI, sistem kecerdasan buatan yang diklaim mampu memprediksi pergerakan pemain hingga delapan detik ke depan hanya dari rekaman video pertandingan.

Teknologi ini disebut mampu mengubah cara klub-klub sepak bola menyusun strategi, menganalisis lawan, hingga mengambil keputusan penting dalam pertandingan.

Selama bertahun-tahun, tim pelatih harus menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari rekaman pertandingan untuk mencari celah sekecil apa pun. Namun dengan TacticAI, proses tersebut dapat dilakukan secara otomatis dan jauh lebih cepat.

BACA JUGA  Piala Dunia 2026, Bakal Dipimpin 52 Wasit Utama

AI ini dirancang khusus untuk memahami pola permainan sepak bola. Dengan memanfaatkan teknologi geometric deep learning, sistem mampu membaca posisi pemain, pola pergerakan, hingga interaksi kompleks yang terjadi di lapangan secara real-time.

Tidak hanya memprediksi arah permainan berikutnya, TacticAI juga mampu memperkirakan siapa pemain yang kemungkinan menerima bola, peluang terciptanya tembakan ke gawang, hingga memberikan rekomendasi perubahan strategi saat situasi bola mati seperti tendangan sudut.

Yang membuat dunia sepak bola tercengang, teknologi ini tidak hanya diuji dalam simulasi laboratorium. Google DeepMind menggandeng klub raksasa Liga Inggris, Liverpool FC, untuk menguji langsung kemampuan sistem tersebut.

Dalam penelitian yang dipublikasikan Google DeepMind, para analis dan pakar sepak bola Liverpool diminta membandingkan rekomendasi yang dihasilkan AI dengan strategi yang benar-benar digunakan dalam pertandingan.

BACA JUGA  Jadwal Piala Dunia 2026: Pekan Sengit Penentu Kelolosan

Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 90 persen rekomendasi TacticAI dinilai lebih unggul dibandingkan pengaturan pemain yang digunakan pada situasi nyata di lapangan.

Temuan ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan pengamat olahraga: apakah AI suatu hari nanti akan menjadi “otak kedua” bagi para pelatih profesional?

TacticAI juga disebut mampu mengungguli berbagai model AI sebelumnya dalam memprediksi penerima bola dari tendangan sudut serta memperkirakan kemungkinan terciptanya peluang gol.

Lebih dari sekadar alat statistik, sistem ini dianggap mampu memahami dinamika permainan yang selama ini hanya bisa dibaca oleh analis berpengalaman.

Google DeepMind menegaskan bahwa tujuan TacticAI bukan menggantikan pelatih, melainkan menjadi asisten cerdas yang membantu pengambilan keputusan berbasis data.

BACA JUGA  Prediksi Swedia vs Tunisia: Duel Pembuka Grup F Piala Dunia 2026

Meski demikian, kehadiran teknologi ini menandai perubahan besar dalam dunia olahraga modern. Jika sebelumnya kemenangan ditentukan oleh kualitas pemain dan strategi pelatih, kini algoritma kecerdasan buatan mulai ikut menentukan arah pertandingan.

Era sepak bola digital tampaknya bukan lagi masa depan. Era itu sudah dimulai sekarang. (Kusuma/Mun)

TRENDING