Connect with us

DUNIA

Trump Ancam Iran Usai Bocoran Kesepakatan Viral

Aktualitas.id -

Presiden AS Donald Trump, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Harapan tercapainya kesepakatan besar antara Amerika Serikat dan Iran mendadak terguncang. Presiden AS Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah rincian negosiasi yang beredar di media Iran disebutnya tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Lewat unggahan keras di platform Truth Social, Trump menuding Teheran menyebarkan informasi yang menyesatkan dan mencoba menggiring opini publik mengenai isi pembicaraan yang sedang berlangsung.

“Rincian yang dibocorkan Iran ke media berita palsu tidak ada hubungannya dengan rincian yang telah disepakati secara tertulis,” tulis Trump.

Tak berhenti di situ, Trump bahkan menyebut Iran sebagai pihak yang tidak terhormat dalam proses diplomasi.

“Apa yang mereka katakan tidak ada hubungannya dengan kebenaran. Orang-orang yang sangat tidak terhormat untuk diajak berurusan,” tegasnya.

Pernyataan keras itu muncul hanya sehari setelah Trump mengklaim bahwa kesepakatan penting dengan Iran hampir rampung dan bisa segera ditandatangani dalam waktu dekat.

Namun suasana berubah drastis setelah media pemerintah Iran mempublikasikan sejumlah poin yang diklaim sebagai garis besar kesepakatan. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah tidak adanya komitmen Iran untuk menyerahkan kendali strategis di kawasan Selat Hormuz serta tuntutan pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan senilai sekitar 24 miliar dolar AS.

Trump langsung merespons keras isu tersebut. Ia menilai tindakan Iran yang masih dikaitkan dengan ancaman terhadap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

“Mereka sebaiknya segera memperbaiki tindakan mereka, dan secepatnya!” tulis Trump.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar mengenai masa depan negosiasi antara Washington dan Teheran. Sebelumnya Trump sempat menyampaikan optimisme tinggi bahwa kerangka kesepakatan dapat dituntaskan dan bahkan ditandatangani dalam waktu dekat dengan kemungkinan lokasi penandatanganan di Eropa.

Namun di sisi lain, pemerintah Iran justru membantah adanya kesepakatan final sebagaimana yang disampaikan Trump. Perbedaan narasi tersebut memperlihatkan bahwa jurang ketidakpercayaan antara kedua negara masih sangat lebar.

Para pengamat menilai ketegangan terbaru ini berpotensi memperlambat proses diplomasi yang selama berbulan-bulan diupayakan untuk meredakan konflik berkepanjangan antara kedua negara. Apalagi isu program nuklir Iran dan keamanan Selat Hormuz masih menjadi titik paling sensitif dalam perundingan.

Kini dunia menunggu, apakah kemarahan Trump hanya bagian dari strategi negosiasi tekanan tinggi atau justru menjadi sinyal bahwa kesepakatan yang selama ini dinanti kembali berada di ujung tanduk. Jika komunikasi kedua pihak kembali memburuk, bukan tidak mungkin ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan kembali memanas dalam waktu dekat. (Mun)

TRENDING