Connect with us

DUNIA

Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Gaza Tewaskan 13 Warga Sipil

Aktualitas.id -

Ilustrasi - Warga Palestina berjalan di atas puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di daerah El-Remal di Kota Gaza pada 9 Oktober 2023. Naaman Omar/apaimages/WAA via Wikimedia Commons

AKTUALITAS.ID – Rentetan serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk lima anak-anak, pada Kamis (8/1/2026) waktu setempat, meski gencatan senjata masih diberlakukan. Informasi tersebut disampaikan oleh badan pertahanan sipil Gaza.

Dikutip dari AFP, Jumat (9/1/2026), juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengatakan bahwa empat korban jiwa, termasuk tiga anak, tewas setelah sebuah drone Israel menghantam tenda pengungsi di wilayah selatan Gaza.

Sementara itu, di utara Jalur Gaza, seorang anak perempuan berusia 11 tahun dilaporkan tewas di sekitar kamp pengungsi Jabalia. Serangan lain yang menargetkan sebuah sekolah juga menewaskan satu orang. Selain itu, serangan drone di dekat Khan Younis, Gaza selatan, menewaskan seorang pria.

Badan pertahanan sipil Gaza juga melaporkan dua korban jiwa tambahan, termasuk seorang anak, dalam serangan terpisah yang terjadi di wilayah lain.

Ketika dimintai tanggapan oleh AFP, militer Israel menyatakan tengah menyelidiki laporan tersebut.

Bassal menambahkan, pada Kamis malam, empat orang lainnya tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di kawasan timur Kota Gaza. Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap sejumlah warga yang dilaporkan hilang.

“Jumlah korban tewas meningkat menjadi 13 orang akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak pagi hari. Ini merupakan pelanggaran jelas terhadap perjanjian gencatan senjata,” ujar Bassal.

Sebelumnya, militer Israel mengklaim bahwa sebuah proyektil diluncurkan dari wilayah Kota Gaza menuju Israel, namun jatuh di dalam Jalur Gaza. Menurut pernyataan resmi militer Israel, titik peluncuran tersebut kemudian menjadi sasaran serangan balasan.

Sejak 10 Oktober, gencatan senjata di Gaza yang disponsori Amerika Serikat telah menghentikan sebagian besar pertempuran antara Israel dan Hamas. Meski demikian, kedua belah pihak saling menuding pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan kepada AFP bahwa serangan terbaru di Gaza menunjukkan ketidaksiapan Israel untuk mematuhi gencatan senjata.

Menurut kementerian kesehatan Gaza, sedikitnya 425 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Sebelumnya, pada 22 November, sedikitnya 21 orang tewas dalam satu hari akibat serangan Israel, menjadikannya salah satu insiden paling mematikan selama periode gencatan senjata.

Sementara itu, militer Israel menyatakan bahwa tiga tentaranya tewas akibat serangan militan selama periode yang sama. (Mun)

TRENDING