Berita
Tengah Wabah Corona, Bawaslu Minta KPU Siapkan Peraturan Soal Pilkada
AKTUALITAS.ID – Mencegah penyebaran virus corona dalam pilkada serentak di 270 daerah tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan peraturan, sebab Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah tak mengatur mekanisme penundaan pilkada secara keseluruhan tahapan atau wilayah. “Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tidak dikenal terminologi penundaan […]
AKTUALITAS.ID – Mencegah penyebaran virus corona dalam pilkada serentak di 270 daerah tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan peraturan, sebab Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah tak mengatur mekanisme penundaan pilkada secara keseluruhan tahapan atau wilayah.
“Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tidak dikenal terminologi penundaan di seluruh wilayah dan di seluruh tahapan. Jadi terminologi yang ada di undang-undang pemilihan adalah pemilihan lanjutan dan pemilihan susulan,” kata Ketua Bawaslu Abhan saat konferensi pers di gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (17/3/2020).
Selain itu, Bawaslu merekomendasikan KPU segera memetakan daerah mana saja yang bisa melakukan sebagian tahapan Pilkada, dan daerah yang sama sekali tak bisa melakukan tahapan Pilkada karena terdampak virus corona dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat hingga daerah.
“Menyusun mekanisme teknis pelaksanaan tahapan pemilihan yang melibatkan kontak langsung, dan perjumpaan fisik antar penyelenggara pemilu dan masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya Bawaslu meminta KPU membuat langkah antisipasi terhadap penyelenggaraan pemilihan yang terdampak dari situasi terkini, dan kebijakan pemerintah serta pemerintah daerah terkait pencegahan penyebaran virus corona.
Rekomendasi lainnya Bawaslu meminta pada KPU untuk memberikan kepastian hukum kepada pengawas pemilihan, partai politik, dan bakal calon perseorangan terhadap pelaksanaan pemilihan, dalam situasi bencana nasional yang ditetapkan pemerintah.
“Penting untuk KPU bisa melakukan pemetaan di daerah mana yang sebagian tahapan tidak bisa dilaksanakan, dan di daerah mana yang seluruh tahapan tidak bisa dilaksanakan. Karena dua terminologi undang-undang ini nanti apakah (Pilkada) lanjutan atau susulan,” katanya.
-
FOTO01/05/2026 17:28 WIBFOTO: Rilis Penipuan Daring dengan Tersangka 16 WNA
-
POLITIK01/05/2026 18:00 WIBGolkar: Usulan Yusril soal Parliamentary Threshold Sudah Digodok Lama
-
NASIONAL01/05/2026 16:00 WIBPrabowo Janji Kredit Rumah Bunga 5%, Buruh Bisa Punya Hunian
-
NASIONAL01/05/2026 06:30 WIBKSAD: Perwira Remaja Harus Beri Layanan Terbaik untuk Negara dan Rakyat
-
DUNIA01/05/2026 19:00 WIBAyatollah Mojtaba Khamenei Sebut AS Kalah Telak di Teluk Persia
-
RAGAM01/05/2026 17:00 WIBBukan Orang PKI, Ini Sosok Asli Penerjemah Lagu Internasionale di Indonesia
-
PAPUA TENGAH01/05/2026 07:00 WIBPolres Mimika Serahkan Berkas Kasus Narkotika Jalur ‘Tempel’ ke Kejaksaan Mimik Tersangka MAP
-
PAPUA TENGAH01/05/2026 16:30 WIBKolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga