Berita
CSIS Sebut RUU Cipta Kerja Demi Reformasi Ekonomi di Indonesia
AKTUALITAS.ID – Kepala Desk Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri menjelaskan, alasan perlu RUU Cipta Kerja disahkan sebagai undang-undang. Dia menilai, RUU Cipta Kerja ini dapat menjadi langkah awal reformasi ekonomi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan sebagai narasumber dalam rapat dengar pendapat umum dengan Panja RUU Cipta Kerja, Senin (27/4/2020). “Kita punya permasalahan di regulasi bisnis, […]
AKTUALITAS.ID – Kepala Desk Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri menjelaskan, alasan perlu RUU Cipta Kerja disahkan sebagai undang-undang. Dia menilai, RUU Cipta Kerja ini dapat menjadi langkah awal reformasi ekonomi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan sebagai narasumber dalam rapat dengar pendapat umum dengan Panja RUU Cipta Kerja, Senin (27/4/2020).
“Kita punya permasalahan di regulasi bisnis, itu jadi kunci untuk meningkatkan tenaga kerja adalah melalui investasi berkualitas dengan reformasi ekonomi serius. Dan saya pikir RUU Cipta Kerja langkah awal reformasi ekonomi ini,” ujarnya dalam rapat virtual bersama Panja RUU Cipta Kerja.
Yose membandingkan dengan tiga negara Asean lainnya yang sudah lebih dahulu melakukan reformasi ekonomi dengan menerbitkan aturan di bidang ekonomi.
Dia mengatakan, Vietnam telah melakukan sejak 2010 dengan mengeluarkan program Project 30. Program tersebut memangkas 30 persen cost of doing business di Vietnam.
“Dan ini kelihatan sekali bagaimana hasilnya. Sekarang ini kalau komparasi dengan Vietnam kita selalu merasa malu,” kata Yose.
Malaysia dan Thailand juga memiliki program serupa. Malaysia dengan Permudah telah dilaksanakan pada 2007. Serta Thailang memiliki Sunset Law, aturan ekonomi harus ditinjau kembali jika sudah habis masa waktunya.
“Ini sudah dilakukan negara Asean lain,” kata Yose.
Yose menilai, Indonesia cukup telat jika dibandingkan dengan negara Asean lainnya. “Biasanya kalau gak kepepet enggak mau dilakukan,” imbuhnya.
Dia menuturkan, saat ini masa perekonomian sulit sehingga menyebabkan penciptaan kerja juga sulit. Yose mengatakan, tanpa ada investasi berkualitas mustahil menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Sedangkan, di masa depan akan sulit membuka investasi.
“Jadi saya pikir krisis ini sebagai momentum perubahan dan reformasi ekonomi,” kata Yose.
Maka itu, Yose mendukung RUU Cipta Kerja terus dilanjutkan pembahasan di DPR. Dia mengatakan, seharusnya RUU Cipta Kerja dibahas secara cepat.
“Karena reformasi ekonomi ini dibutuhkan pembahasan RUU Cipta Kerja seharusnya bukan ditunda tapi dipercepat tentunya membahas serius dan detail memperbaiki apa yang kurang di sana,” kata Yose.
-
RAGAM24/06/2026 17:13 WIBDi Tengah Padatnya Aktivitas, Mashudi Benarto dan Elvi Cahyani Rayakan Dua Tahun Cinta dengan Makan Malam Romantis
-
NASIONAL24/06/2026 17:48 WIBKPK Telusuri Setoran PT Blueray Cargo ke BPOM dan Kemendag
-
POLITIK24/06/2026 13:00 WIBPengamat: Wacana 2 Periode Prabowo – Gibran Dinilai Punya Misi Tersembunyi
-
RIAU24/06/2026 12:45 WIBOperasi Senyap, Polresta Pekanbaru Gerebek Gudang Narkoba di Apartemen Mewah
-
POLITIK24/06/2026 20:00 WIBDPD: Politik Uang dan Hoaks Kian Menggerus Kualitas Demokrasi Indonesia
-
POLITIK24/06/2026 14:00 WIBGerindra Bantah Keras Isu Instruksi Budi Djiwandono Awasi Gibran
-
NUSANTARA24/06/2026 22:00 WIBHerman Deru Sambut Investor China, Proyek PLTA OKU Selatan Ditargetkan Perkuat Ketahanan Listrik Sumsel
-
NUSANTARA24/06/2026 14:30 WIBIbu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Disiksa hingga Tewas di Malaysia

















