Berita
Menkes Palestina Sebut Israel Merusak Bantuan 100 Ribu Alat Tes Swab
Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kailah menyatakan bahwa Israel telah merusak 100 ribu alat test usap (swab) virus corona (Covid-19) bantuan, setelah melarang pengiriman paket tersebut dari Yordania ke Tepi Barat. Berbicara kepada stasiun radio Voice of Palestina pada Selasa (22/9), al-Kailah mengatakan bahwa tindakan Israel telah menyebabkan Palestina kekurangan alat yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan. […]
Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kailah menyatakan bahwa Israel telah merusak 100 ribu alat test usap (swab) virus corona (Covid-19) bantuan, setelah melarang pengiriman paket tersebut dari Yordania ke Tepi Barat.
Berbicara kepada stasiun radio Voice of Palestina pada Selasa (22/9), al-Kailah mengatakan bahwa tindakan Israel telah menyebabkan Palestina kekurangan alat yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan.
“Apa yang tersedia di kementerian hanya cukup untuk melakukan pemeriksaan selama tiga hari,” katanya dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (24/9).
Dia pun menambahkan bahwa dijanjikan alat swab berikutnya baru akan tiba pada Rabu (23/9). Sementara itu, Israel belum memberi komentar terkait tudingan itu.
Israel diketahui menguasai pos perbatasan Al-Karama, satu-satunya titik penyeberangan antara Tepi Barat dan Yordania.
Pandemi virus corona telah memperburuk situasi ekonomi di wilayah Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan pada pekan ini bantuan donor dari dunia kepada Palestina akan turun ke level terendah dalam periode satu dasawarsa terakhir.
Melihat kekurangan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan bantuan. WHO disebut telah menyediakan sebanyak 20.000 alat tes usap corona untuk wilayah Jalur Gaza.
Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, memuji langkah WHO karena memasok lebih banyak alat pengujian kepada Palestina di tengah kekurangan yang tengah mereka hadapi.
Dalam cuitannya, Mladenov berterima kasih kepada organisasi tersebut.
Dia menambahkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia di Wilayah Pendudukan Palestina mengirimkan 20.000 lebih penyeka dan persediaan ekstraksi laboratorium untuk 6.000 tes.
Kasus positif corona di Palestina telah menyentuh angka total 2.400 kasus, dengan 17 kematian sejak Maret lalu.
-
FOTO01/05/2026 17:28 WIBFOTO: Rilis Penipuan Daring dengan Tersangka 16 WNA
-
POLITIK01/05/2026 18:00 WIBGolkar: Usulan Yusril soal Parliamentary Threshold Sudah Digodok Lama
-
NASIONAL01/05/2026 16:00 WIBPrabowo Janji Kredit Rumah Bunga 5%, Buruh Bisa Punya Hunian
-
RAGAM01/05/2026 17:00 WIBBukan Orang PKI, Ini Sosok Asli Penerjemah Lagu Internasionale di Indonesia
-
DUNIA01/05/2026 19:00 WIBAyatollah Mojtaba Khamenei Sebut AS Kalah Telak di Teluk Persia
-
NASIONAL02/05/2026 06:00 WIBDPR: Negara Tak Berhak Tentukan Aktivis HAM
-
DUNIA02/05/2026 00:00 WIBPM Malaysia Anwar Ibrahim Murka ke Israel
-
PAPUA TENGAH01/05/2026 16:30 WIBKolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga