Berita
Rabu Pagi, IHSG Menguat ke Level 5.126
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona hijau. IHSG menguat 26 poin. IHSG Rabu (21/10/2020), dibuka menguat 26 poin (0,51%) ke level 5.126. Sementara Indeks LQ45 bertambah 5,5 poin (0,71%) ke 791,988. Sedangkan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.650. Sementara Indeks AS ditutup […]
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona hijau. IHSG menguat 26 poin.
IHSG Rabu (21/10/2020), dibuka menguat 26 poin (0,51%) ke level 5.126. Sementara Indeks LQ45 bertambah 5,5 poin (0,71%) ke 791,988.
Sedangkan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.650.
Sementara Indeks AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa, karena investor memantau perkembangan kesepakatan stimulus fiskal sebelum pemilihan. Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengadakan pembicaraan pada hari Selasa setelah adanya perbedaan mereka selama diskusi pada hari Senin. Di sisi data, izin bangunan meningkat di atas ekspektasi konsensus ke level tertinggi 13 tahun.
Adapun Bursa Asia pagi ini mayoritas negatif. Berikut pergerakannya:
Indeks Nikkei 225 menguat 84 poin ke 23.651
Indeks Hang Seng naik 271 poin ke 24.841
Indeks Shanghai berkurang 8 poin ke 3.320
Indeks Strait Times bertambah 13 poin ke 13.480
-
NUSANTARA10/07/2026 22:53 WIBGubernur Herman Deru: Kapolda Cup II Jadi Momentum Bangkitkan Pencak Silat Sumsel
-
RAGAM10/07/2026 20:30 WIBIlmuwan Kembangkan Tes Kanker Akurasi 95,5 Persen
-
JABODETABEK10/07/2026 22:00 WIBPemprov DKI Operasikan Lima Mobil Klinik Hewan Keliling di Jakarta
-
NUSANTARA10/07/2026 23:00 WIBKapolres Lubuk Linggau Instruksikan Personel Jaga Integritas dan Kedisiplinan
-
EKBIS11/07/2026 01:00 WIBAPERSI Siap Perkuat Tata Kelola Organisasi untuk Dukung Program Tiga Juta Rumah
-
NUSANTARA11/07/2026 12:30 WIBEmbun Beku Lumpuhkan Pertanian Dieng
-
JABODETABEK11/07/2026 05:30 WIBAkhir Pekan Cuaca di Jakarta Dipanggang Panas
-
NASIONAL11/07/2026 07:00 WIBEddy Soeparno: SRUK Tak Cukup Tanpa Regulasi Kuat

















