Berita
ISIS Bertanggung Jawab Bantai 11 Orang Etnis Hazara di Pakistan
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 11 penambang dari etnis minoritas Syiah Hazara di provinsi Baluchistan, Pakistan pada Minggu (3/1). Seorang pejabat keamanan mengatakan jika para penambang yang tewas tengah berada di mes yang berada di dekat tambang batu bara tempat mereka bekerja. “Pelaku telah menggorok tenggorokan para korban hingga putus, sebelumnya tangan […]
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 11 penambang dari etnis minoritas Syiah Hazara di provinsi Baluchistan, Pakistan pada Minggu (3/1).
Seorang pejabat keamanan mengatakan jika para penambang yang tewas tengah berada di mes yang berada di dekat tambang batu bara tempat mereka bekerja.
“Pelaku telah menggorok tenggorokan para korban hingga putus, sebelumnya tangan mereka diikat di belakang dan mata mereka ditutup,” kata pejabat keamanan yang meminta agar namanya tidak disebutkan.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dalam cuitannya mengutuk aksi pembantaian tersebut. Imran mengatakan jika pembunuhan 11 penambang batu bara itu sebagai tindakan terorisme yang tidak manusiawi.
“[Saya] telah meminta Frontier Constabulary untuk menggunakan semua sumber daya untuk menangkap para pembunuh ini dan membawa mereka ke pengadilan,” tulis Imran dalam cuitannya.
Mengutip Reuters, sebuah video yang beredar di grup WhatsApp menunjukkan tiga korban tewas tergeletak di luar ruangan dan beberapa korban lainnya tewas berlumur darah.
Kantor berita Amaq melalui saloran komunikasi Telegram mengonfirmasi jika ISIS mengaku bertanggung jawab atas aksi pembantaian tersebut.
Anggota minoritas etnis Hazara di Quetta kemudian memblokir akses jalan dan membakar ban sebagai bentuk protes atas aksi pembantaian tersebut.
Etnis Hazara kerap menjadi sasaran kelompok militan Taliban dan ISIS serta kelompok muslim Sunni lainnya di Afghanistan.
Aksi pembantain terjadi setelah kondisi di tempat mayoritas syiah Hazara di provinsi tersebut dianggap relatif kondusif dalam hampir satu tahun terakhir.
Sebelum aksi pembantaian, pada April lalu terjadi aksi bom bunuh diri yang menewaskan 18 orang di provinsi yang sama.
-
DUNIA19/07/2026 12:00 WIBMilisi Irak Umumkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Targetkan Trump
-
POLITIK19/07/2026 09:00 WIBPBB Resmi Jadi Garda Terdepan Pemerintahan Prabowo Subianto
-
EKBIS19/07/2026 11:00 WIBBahlil: Blok Masela Bisa Hasilkan Rp585 Triliun untuk Negara
-
JABODETABEK19/07/2026 09:30 WIBPolisi Tangkap Pelaku Utama Penyekapan Wanita di Cikarang
-
RIAU19/07/2026 13:30 WIBRiau Bhayangkara Run 2026 Jadi Ajang Sport Tourism dan Kampanye Pelestarian Lingkungan
-
POLITIK19/07/2026 18:00 WIBAtribut PSI Lebih Banyak daripada Kader Partai
-
JABODETABEK19/07/2026 11:30 WIBPeringatan Kemarau! Bendung Katulampa Sentuh 0 Sentimeter
-
NASIONAL19/07/2026 10:00 WIBAhli Hukum: Penetapan Tersangka Tanpa Pemeriksaan Berpotensi Cacat Hukum

















