Berita
Saat Berada di Dalam Rumah, Bocah Tujuh Tahun Tewas Ditembak Pasukan Keamanan Myanmar
Seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun ditembak mati pasukan keamanan di Myanmar, menjadikannya korban termuda dalam tindakan keras aparat menyusul kudeta militer. Demikian disampaikan penduduk. Anggota keluarga korban menyampaikan, gadis kecil itu dibunuh di rumahnya di kota Mandalay. Dilansir BBC, Rabu (24/3), kelompok Save the Children menyampaikan, di antara ratusan korban tewas karena karena kekerasan […]
Seorang bocah perempuan berusia tujuh tahun ditembak mati pasukan keamanan di Myanmar, menjadikannya korban termuda dalam tindakan keras aparat menyusul kudeta militer. Demikian disampaikan penduduk.
Anggota keluarga korban menyampaikan, gadis kecil itu dibunuh di rumahnya di kota Mandalay.
Dilansir BBC, Rabu (24/3), kelompok Save the Children menyampaikan, di antara ratusan korban tewas karena karena kekerasan aparat, lebih 20 orang di antaranya adalah anak-anak.
Secara keseluruhan, militer menyampaikan 164 orang tewas dalam aksi unjuk rasa, sementara Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyampaikan jumlah seluruh korban tewas sekitar 261.
Sebelumnya pada Selasa, militer mengungkapkan duka cita atas kematian para pengunjuk rasa, tapi menyalahkan mereka karena membawa negara tersebut dalam kekacauan. Seorang juru bicara militer mengatakan demonstran anti-kudeta bertanggung jawab atas tindakan kekerasan dan pembakaran.
Staf di rumah pemakaman di Mandalay menyampaikan kepada Reuters, bocah tujuh tahun itu meninggal karena luka akibat peluru di daerah Chan Mya Thazi.
Media lokal, Myanmar Now melaporkan tentara menargetkan ayah bocah tersebut, tapi tembakan mengenai gadis kecil tersebut saat dia duduk di pangkuan ayahnya di dalam rumah mereka.
Anak tersebut diidentifikasi sebagai Khin Myo Chit. Seorang sukarelawan dan tim penyelamat melarikan bocah tersebut ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong.
Anggota keluarga mengatakan, kakak laki-laki bocah itu yang berusia 19 tahun juga ditangkap.
Militer belum mengomentari laporan ini.
Dalam sebuah pernyataan, Save the Children mengatakan kematian bocah ini “mengerikan”, yang terjadi sehari setelah seorang anak laki-laki 14 tahun dilaporkan ditembak mati di Mandalay.
“Kematian anak-anak ini sangat memprihatinkan mengingat mereka dilaporkan dibunuh saat berada di rumah, di mana mereka seharusnya aman dari bahaya. Fakta bahwa begitu banyak anak dibunuh hampir setiap hari sekarang menunjukkan pengabaian terhadap nyawa manusia oleh pasukan keamanan,” jelasnya.
-
PAPUA TENGAH24/04/2026 06:00 WIBMeraba Misi Digitalisasi Dukcapil Mimika Menuju Integrasi Satu Data
-
NASIONAL24/04/2026 07:00 WIBKasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Kembalikan Rp8,4 M ke KPK
-
JABODETABEK24/04/2026 06:30 WIBJangan Lupa, Perpanjang SIM di Lokasi Ini
-
RAGAM24/04/2026 11:00 WIBHati-hati! Obat Kumur Bisa Menyebabkan Hipertensi
-
NASIONAL24/04/2026 09:30 WIB263 Narapidana Berisiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
-
EKBIS24/04/2026 10:00 WIBBaru Terjadi Sepanjang Sejarah, Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton
-
OASE24/04/2026 05:00 WIBAmalan dan Doa Sebelum Berangkat Haji
-
JABODETABEK24/04/2026 05:30 WIBJaktim Hingga Depok Berstatus Waspada Hujan

















