Berita
Puluhan Jet Tempur China Terobos Zona Pertahanan Udara Taiwan
China dilaporkan mengerahkan 25 pesawat tempurnya menerobos zona pertahanan udara Taiwan pada awal pekan ini. Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa 25 pesawat militer itu termasuk 14 jet tempur J-16, empat jet J-10, empat pesawat pengebom H-6K, dua pesawat perang anti-kapal selam, dan satu pesawat airborne. Kemhan Taiwan menuturkan pihaknya segera mengerahkan sejumlah jet tempur dan […]
China dilaporkan mengerahkan 25 pesawat tempurnya menerobos zona pertahanan udara Taiwan pada awal pekan ini.
Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa 25 pesawat militer itu termasuk 14 jet tempur J-16, empat jet J-10, empat pesawat pengebom H-6K, dua pesawat perang anti-kapal selam, dan satu pesawat airborne.
Kemhan Taiwan menuturkan pihaknya segera mengerahkan sejumlah jet tempur dan menyiagakan sistem pertahanan rudal untuk mencegat puluhan jet China tersebut.
Taipei juga sempat memberikan peringatan melalui saluran radio kepada awak puluhan jet China itu agar keluar dari wilayah mereka.
Lihat juga: AS Peringatkan China Jangan Usik Taiwan
Sejumlah data dan grafik yang dirilis Kemhan Taiwan menunjukkan bahwa pergerakan puluhan pesawat itu berasal dari China daratan.
Dilansir CNN, manuver puluhan jet China ini berlangsung ketika relasi Beijing dan Taipei terus memanas.
China bahkan mengepung Taiwan dengan menggelar sejumlah latihan angkatan udara dan laut secara serentak di bagian barat dan timur daerah itu pada pekan lalu.
Lihat juga: China Kepung Taiwan, Kerahkan 10 Jet Tempur dan Bomber
Militer China menyatakan armada kapal induk Liaoning dan beberapa kapal perang lainnya tengah melakukan latihan di sekeliling Taiwan.
Setidaknya 10 pesawat tempur China, termasuk empat jet Shenyang J-16 bomber dan empat J-10, pesawat perang anti-kapal selam Y-8, dan pesawat peringatan dini KJ-500, memasuki zona pertahanan Taiwan.
Taiwan terus mengeluhkan peningkatan aktivitas militer China di dekat wilayah mereka dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, China juga terus meningkatkan upaya untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau yang dikelola secara demokratis itu.
Relasi China dan Taiwan juga terus memburuk setelah Taipei dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen.
Ia merupakan Presiden Taiwan yang pro-demokrasi. Sejak memimpin pada 2016, Tsai terus berupaya mencari pengakuan internasional bagi Taiwan, termasuk dengan mendekatkan diri ke Amerika Serikat.
Namun, Presiden China, Xi Jinping, berkeras tidak akan membiarkan Taiwan merdeka. Ia bahkan bersumpah akan melakukan segala cara, termasuk perang militer, demi mempertahankan Taiwan.
-
NASIONAL25/08/2026 13:00 WIBBank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta
-
DUNIA25/08/2026 12:00 WIBNetanyahu Diduga Sengaja Panaskan Gaza Demi Tunda Pemilu
-
NASIONAL25/08/2026 11:00 WIBPrabowo Perintahkan Usut 4 Korporasi di Kalbar
-
NASIONAL25/08/2026 04:00 WIBDKPP Jatuhkan Sanksi Etik ke Bawaslu Intan Jaya
-
NASIONAL25/08/2026 17:00 WIBMK Didesak Tegaskan Batas Masa Jabatan Kapolri
-
NASIONAL25/08/2026 09:00 WIBBMKG Ungkap Asap Karhutla Kalimantan Bisa Menembus Negara Tetangga
-
NUSANTARA25/08/2026 19:00 WIBGempa Flores 1992 Lebih Mematikan dari 2026
-
NASIONAL25/08/2026 14:00 WIBBNPB: NTT Diguncang 6.409 Gempa Susulan

















