Berita
Pemkot Medan Bantah ada Intimidasi dan Larang Wartawan Wawancara Bobby Nasution
AKTUALITAS.ID – Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Medan Arrahman Pane membantah adanya intimidasi dan pelarangan peliputan oleh aparat keamanan terhadap dua orang jurnalis yang melakukan peliputan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Kata dia, peristiwa yang terjadi ketika itu hanya kesalahpahaman. Pihaknya mengklaim selalu terbuka dengan media. “Sebenarnya, permasalahan ini hanya miskomunikasi saja. Kemarin […]
AKTUALITAS.ID – Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Medan Arrahman Pane membantah adanya intimidasi dan pelarangan peliputan oleh aparat keamanan terhadap dua orang jurnalis yang melakukan peliputan Wali Kota Medan Bobby Nasution.
Kata dia, peristiwa yang terjadi ketika itu hanya kesalahpahaman. Pihaknya mengklaim selalu terbuka dengan media.
“Sebenarnya, permasalahan ini hanya miskomunikasi saja. Kemarin ada dua rekan wartawan yang ingin wawancara langsung dengan Bapak Wali Kota. Seharusnya, mereka bisa koordinasi dengan kita. Apalagi kita saat itu berada di kantor. Kita selama ini selalu terbuka untuk rekan-rekan wartawan,” kata Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane saat dikonfirmasi menanggapi aksi protes yang dilakukan puluhan wartawan.
Dia menambahkan, Bobby sendiri tidak pernah melarang untuk diliput maupun diwawancarai oleh jurnalis ketika berada di lapangan.
“Bapak Wali Kota selama ini cukup terbuka dan selalu mendekatkan diri dengan kawan-kawan wartawan. Bahkan, usai kegiatan di lapangan, beliau selalu bertanya apakah ada waratawan yang ingin bertanya,” ungkapnya.
Selanjutnya, mengenai masalah pengamanan, Arrahman menjelaskan, itu ada batas-batasnya dan selama inipun baik petugas Satpol PP, petugas kepolisian yang berjaga di Kantor Wali Kota serta Paspampres tidak pernah melakukan pelarangan untuk meliput kegiatan Wali Kota, termasuk wawancara.
“Selama ini mereka tidak pernah melarang wartawan untuk pergi saat melakukan peliputan. Jadi ini murni miskomunikasi saja. Yang pasti, Bapak Wali Kota selalu terbuka dan ingin selalu mendekatkan diri dengan kawan-kawan wartawan,” jelasnya.
Paspampres dalam melakukan pengamanan, terang Arrahman, saat ini tidak ada yang berlebihan seperti main tarik maupun membatasi untuk mendekati Wali Kota ketika melakukan wawancara. Jika pun itu terjadi, imbuhnya, mungkin pada saat Wali Kota baru dilantik karena petugas Paspampres belum mengenal rekan-rekan wartawan.
“Begitu juga dengan membatasi wartawan bertanya. Kalaupun terjadi, itu karena Bapak Wali Kota ada agenda lain yang harus dikejar, sehingga harus buru-buru menuju ke lokasi. Yang pasti tidak ada upaya untuk membatasi pertanyaan wartawan,” pungkasnya.
-
RIAU03/09/2026 17:00 WIBSatresnarkoba Polres dan Polsek Bengkalis Telusuri Sabu dari Homestay, 15 Paket Ditemukan Pemasok Masih Diburu
-
POLITIK03/09/2026 16:00 WIBNasib Gibran Tersisa 7 Hari, Denny Bersiap Tempuh Jalur MK
-
NASIONAL03/09/2026 19:00 WIBKemenkop Bantah Anggaran Rp103 Miliar Khusus untuk Podcast
-
NUSANTARA03/09/2026 15:02 WIBDiduga Gelapkan Rp2,14 Miliar Dana Nasabah, Manager BRI Lubuklinggau Jadi Tersangka
-
NASIONAL03/09/2026 20:00 WIBKronologi Keracunan MBG di Tanggulangin: Dimasak Subuh, Makanan Tiba di Sekolah Menjelang Siang
-
NUSANTARA03/09/2026 19:30 WIBDinkes Sidoarjo Catat 664 Korban Keracunan MBG, 77 Pasien Masih Dirawat Intensif
-
RIAU03/09/2026 12:00 WIBUngkap Peredaran Ribuan Ekstasi, AKP Noki Loviko: Polisi Telusuri Mata Rantai Jaringan Narkoba
-
NUSANTARA03/09/2026 14:29 WIBKejari Lubuklinggau Musnahkan Barang Bukti Inkrah, Ganja hingga Sajam