Connect with us

Berita

PDIP Pertanyakan Urgensi Universitas Republik Indonesia

Aktualitas.id -

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Rencana pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) kembali menuai sorotan. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta pemerintah mengkaji secara matang kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan polemik maupun tumpang tindih dengan lembaga yang telah lebih dulu menjalankan fungsi pembinaan kepemimpinan nasional.

Menurut Hasto, sebelum membentuk institusi pendidikan baru, pemerintah sebaiknya memprioritaskan peningkatan kualitas perguruan tinggi yang telah ada, termasuk penguatan riset, inovasi, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembangunan karakter generasi muda.

“Seluruh kebijakan strategis pemerintah seharusnya melalui kajian yang mendalam agar tidak ada kontroversi di dalamnya,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

BACA JUGA  Heboh Dugaan Mark Up Whoosh, PDIP Ungkit Peringatan Megawati Sejak 2015

Hasto menilai tantangan pendidikan Indonesia saat ini bukan semata soal menambah jumlah perguruan tinggi, melainkan bagaimana meningkatkan mutu dan daya saing lembaga pendidikan tinggi yang telah berdiri.

Ia menekankan setiap universitas seharusnya memiliki keunggulan dan spesialisasi masing-masing sehingga mampu menjadi pusat pengembangan ilmu sesuai bidang strategisnya.

“Yang harus kita perkuat adalah diferensiasi setiap universitas, tetapi dalam irama yang sama, yakni penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi,” ujarnya.

Selain itu, Hasto mengingatkan agar pembentukan URI tidak menimbulkan tumpang tindih dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), yang selama ini memiliki mandat dalam pembinaan kepemimpinan nasional bagi unsur sipil maupun militer.

Menurutnya, Lemhannas telah lama menjadi ruang strategis untuk membangun wawasan kebangsaan dan menyiapkan calon pemimpin nasional dari berbagai latar belakang.

BACA JUGA  Dokumen Rusia" Diserahkan, Kader PDIP Siaga 1 Tunggu Komando Megawati

“Supaya tidak tumpang tindih. Lemhannas sudah menjadi tempat pembinaan kepemimpinan nasional, baik sipil maupun militer,” katanya.

Hasto juga mengutip gagasan Presiden pertama RI Soekarno mengenai konsep universitas sebagai City of Intellect, yakni pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memiliki karakter dan keunggulan sesuai kebutuhan bangsa.

Ia mencontohkan Universitas Pattimura dan Universitas Cenderawasih yang diarahkan sebagai pusat pengembangan ilmu kemaritiman, sementara Institut Pertanian Bogor (IPB) dikembangkan sebagai pusat riset ketahanan dan kedaulatan pangan.

Menurut Hasto, pendekatan tersebut lebih relevan dibanding membangun institusi baru tanpa memperjelas posisi dan perannya dalam sistem pendidikan nasional.

Di akhir pernyataannya, Hasto meminta pemerintah menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pendidikan, termasuk terkait kebutuhan beasiswa, peningkatan mutu pendidikan, hingga kesejahteraan tenaga pendidik.

BACA JUGA  Megawati Pilih Hadiri Acara Internal PDIP di Bali

“PDI Perjuangan sependapat dengan suara-suara rakyat yang harus menjadi basis dalam kebijakan strategis pemerintah,” tegasnya. (Bowo/Mun)

TRENDING