DUNIA
Veteran Trans Bersuara: Pemecatan 1.000 Tentara Transgender Bukan Keputusan Sukarela
AKTUALITAS.ID – Pentagon mengumumkan akan memberhentikan sekitar 1.000 anggota militer Amerika Serikat yang secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai transgender. Kebijakan baru yang dikeluarkan pada Kamis (9/5/2025) ini juga memberikan waktu 30 hari bagi mereka yang belum terbuka tentang identitas transgender mereka untuk mengundurkan diri.
Langkah ini dipicu oleh keputusan Mahkamah Agung AS pada Selasa lalu yang mengizinkan pemerintahan Trump untuk menerapkan larangan terhadap anggota militer transgender. Departemen Pertahanan AS menyatakan akan menindaklanjuti dengan memeriksa catatan medis untuk mengidentifikasi anggota lain yang belum melaporkan status transgender mereka.
Menurut data Desember 2024, terdapat 4.240 tentara aktif, garda nasional, dan dinas cadangan yang didiagnosis mengalami disforia gender dari total 2 juta personel militer AS. Memo serupa pernah dikeluarkan pada Februari lalu, namun terhenti karena adanya tuntutan hukum. Sejak memo awal, sekitar 1.000 tentara telah secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai transgender.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan 1.000 tentara yang telah mengidentifikasi diri akan memulai proses pemisahan sukarela dari militer. Rae Timberlake, juru bicara Sparta Pride dan seorang veteran Angkatan Laut, termasuk di antara mereka. Timberlake mengungkapkan kekhawatiran anggota militer trans yang tidak mengambil tawaran pengunduran diri saat ini berisiko kehilangan berbagai manfaat yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.
Meskipun memilih untuk mengundurkan diri, Timberlake menegaskan banyak tentara transgender sebenarnya ingin terus bertugas jika diizinkan. Ia menyebut keputusan ini sebagai “keputusan yang diambil oleh orang-orang di bawah tekanan.”
Kebijakan ini menjadi langkah terbaru pemerintahan Trump yang menargetkan anggota militer dan veteran transgender. Sebelumnya, Departemen Urusan Veteran (VA) juga mulai membatasi layanan kesehatan bagi veteran LGBT. Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan secara terbuka menyatakan pandangannya yang kontroversial terkait peran perempuan dalam pertempuran dan menggunakan retorika yang merendahkan komunitas LGBT dalam pengumumannya. Langkah ini terjadi di tengah sulitnya perekrutan militer dan kekhawatiran veteran terkait potensi pemotongan anggaran VA. (Mun)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
JABODETABEK19/10/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Suhu dan Kelembapan Jakarta pada Senin 19 Oktober 2026
-
NUSANTARA19/10/2026 08:30 WIBKemenkes Catat 2.609 Kasus ISPA pada 17 Oktober 2026
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
POLITIK19/10/2026 07:00 WIBGolkar Bidik Ambang Batas Parlemen 5 Persen
-
RAGAM19/10/2026 08:15 WIBBukan Sekadar Warehouse Sale, FYP Abby and Gail Ajak Gen Z Kenali Kebutuhan Kulit
-
NUSANTARA19/10/2026 11:00 WIBBMKG Ingat Puncak Musim Hujan Bisa Datang Lebih Ekstrem
-
NASIONAL19/10/2026 06:00 WIBMendikdasmen Abdul Mu’ti: Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Ajaran 2027/2028

















