DUNIA
16 Orang Tewas di Hari ke Empat Bentrokan Thailand-Kamboja
AKTUALITAS.ID – Thailand dan Kamboja memiliki sengketa perbatasan jangka panjang yang berulang kali memicu bentrokan, termasuk pada Juli lalu ketika sedikitnya 48 orang tewas. Sekitar 18 tentara Kamboja masih berada dalam tahanan Thailand akibat insiden lima bulan terakhir.
Perbatasan darat kedua negara telah ditutup sejak Juli, membatasi pergerakan dan aktivitas ekonomi lintas batas.
Bentrokan antara pihak Thailand dan Kamboja kembali berlanjut pada hari keempat, Kamis (11/12), memaksa lebih banyak warga mengungsi dari wilayah perbatasan dan meningkatkan jumlah korban jiwa menjadi 16 orang.
Menteri Senior Kamboja Jenderal Kun Kim mengatakan antara 130.000 hingga 150.000 warga saat ini berlindung di lokasi-lokasi penampungan sementara, menurut Khmer Times.
Kementerian Pertahanan Kamboja menyebut pasukan Thailand “terus menyerang” kawasan perbatasan dan situs budaya dengan “senjata berat serta jet tempur F-16,” menurut kantor berita pemerintah Agence Kampuchea Presse. Kementerian Dalam Negeri Kamboja melaporkan 10 warga sipil tewas dan sekitar 60 lainnya terluka sejak Senin (8/12).
Pemerintah Phnom Penh juga mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (10/12), menuduh Thailand melakukan “tindakan agresi bersenjata yang tidak diprovokasi, melanggar hukum, dan terus meningkat.”
Sementara itu, Angkatan Darat Kerajaan Thailand menuding pasukan Kamboja melakukan “serangan berkelanjutan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja sejak 7 Desember, menembakkan senjata ringan dan senjata berat ke wilayah Thailand, termasuk area permukiman dan fasilitas medis,” menurut laporan Thai Enquirer.
Menanggapi tuduhan Kamboja terkait kerusakan kawasan sipil dan situs bersejarah, Angkatan Darat Thailand menyatakan intelijen mereka menunjukkan bahwa “pasukan Kamboja menempatkan posisi militer di dalam komunitas sipil, gedung kasino, dan situs bersejarah sehingga menjadikan lokasi tersebut sebagai tameng.”
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand Surasant Kongsiri menyebut lebih dari 400.000 orang telah dievakuasi ke tempat yang aman.
Sejak Senin, bentrokan telah menewaskan enam tentara Thailand dan memaksa lebih dari setengah juta orang mengungsi di kedua sisi perbatasan. Thailand mengonfirmasi penggunaan jet tempur F-16 dalam serangan ke wilayah Kamboja, sementara otoritas Kamboja belum memberikan data korban dari pihak militernya.
Sejumlah sekolah di beberapa distrik perbatasan ditutup dan sebagian diubah menjadi tempat penampungan darurat.
(Yan Kuduma/goeh)
-
POLITIK15/01/2026 11:00 WIBKPU Akan Bahas Putusan KIP soal Ijazah Jokowi dalam Rapat
-
EKBIS15/01/2026 08:10 WIBCari Bengkel AC Mobil Terdekat? Wijaya AC Mobil Solusinya
-
POLITIK15/01/2026 06:00 WIBMasuk Prolegnas Prioritas 2026, Revisi UU Pemilu Mulai Dikebut Komisi II DPR
-
POLITIK15/01/2026 07:00 WIBKetua DPD: Pilkada Gubernur Lewat DPRD Bisa Jadi Pilihan
-
NASIONAL15/01/2026 14:00 WIBPLTA Mentarang Induk: Proyek Raksasa yang Mengancam Lingkungan dan Masyarakat Adat
-
NASIONAL15/01/2026 10:00 WIBKPK Endus Aliran Uang Suap Kasus ‘Diskon’ Pajak Mengalir ke Oknum Ditjen Pajak Kemenkeu
-
OASE15/01/2026 05:00 WIB
Tafsir Surat Al-Zalzalah: Peringatan Guncangan Hari Akhir dan Keadilan Allah SWT
-
EKBIS15/01/2026 10:30 WIBNilai Tukar Rupiah Menguat terhadap Dolar AS pada Pembukaan Perdagangan Kamis

















