DUNIA
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Kemlu Iran: Agresi Washington Akan Berakhir Menyakitkan
AKTUALITAS.ID – Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok tempur kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln, resmi tiba di kawasan tersebut. Menanggapi gertakan militer Washington, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyatakan bahwa mereka kini dalam posisi “siap tempur” dan tidak akan mundur selangkah pun.
Juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa Teheran telah memantau ketat setiap pergerakan militer AS. Ia mengklaim kekuatan pertahanan Iran saat ini berada di level tertinggi untuk menangkis segala bentuk agresi.
“Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri dan pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya. Kami akan merespons secara komprehensif, tegas, dan patut disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” ujar Baghaei dalam konferensi pers di Teheran, Senin (26/1/2026).
Pengerahan armada tempur ini merupakan instruksi langsung dari Presiden AS Donald Trump. Langkah ini menyusul gejolak domestik di Iran berupa aksi demonstrasi besar-besaran yang menurut klaim pemerintah setempat telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Trump sebelumnya telah melontarkan ancaman keras bahwa Washington akan melakukan intervensi militer jika pemerintah Iran terus melakukan tindakan kekerasan terhadap para demonstran. Kehadiran USS Abraham Lincoln di Teluk Persia dipandang sebagai upaya intimidasi nyata dari Gedung Putih.
Meski dikepung armada canggih AS, Baghaei menegaskan bahwa kehadiran kapal induk tersebut tidak akan menggoyahkan tekad Iran. Menurutnya, kehadiran militer asing justru melanggar prinsip sistem internasional dan akan membawa dampak buruk bagi stabilitas kawasan.
“Kedatangan kapal perang semacam itu tidak akan memengaruhi tekad dan keseriusan Iran untuk membela bangsa,” tegas Baghaei sebagaimana dikutip dari AFP.
Ia juga memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran terus melakukan pemantauan saksama selama 24 jam. Baghaei menutup pernyataannya dengan peringatan bahwa “semua orang” di komunitas internasional akan terkena imbas jika Amerika Serikat terus memaksakan kehendaknya melalui kekuatan militer.
Saat ini, dunia internasional tengah menyoroti apakah ketegangan di Teluk Persia ini akan memicu konfrontasi fisik langsung atau tetap tertahan pada level perang urat syaraf antara Teheran dan Washington. (Mun)
-
DUNIA12/08/2026 21:00 WIBGelombang Bunuh Diri Tentara Israel Terus Bertambah
-
NUSANTARA12/08/2026 19:00 WIBTB Hassnuddin Ingatkan Panglima TNI Jangan Offside Ambil Alih Tugas Polisi
-
JABODETABEK12/08/2026 21:44 WIBBangun Paulus Hadapi Dua Dakwaan dalam Kasus Dugaan Pemerasan Vincent
-
NASIONAL13/08/2026 07:00 WIBMK: Penghinaan Presiden-Wapres Hanya Bisa Diproses Jika Mereka Sendiri Melapor
-
RIAU12/08/2026 20:00 WIB123 Hotspot Kepung Riau
-
NUSANTARA12/08/2026 22:00 WIBDarurat ! 124 Ribu Orang Ngungsi di Papua Tengah
-
POLITIK13/08/2026 06:00 WIBPuan: Semua Parpol Bebas Ajukan Calon
-
OASE13/08/2026 05:00 WIBKeajaiban Tubuh Manusia Dibongkar Alquran

















