DUNIA
Netanyahu: Gencatan Senjata Iran Bisa Runtuh Kapan Saja
AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi runtuh dalam waktu dekat, menyusul kegagalan perundingan kedua negara di Islamabad, Pakistan.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam rapat kabinet Israel pada Senin (13/4/2026), sehari setelah pembicaraan antara Washington dan Teheran berakhir tanpa kesepakatan.
Menurut laporan media Israel, Netanyahu menilai situasi saat ini sangat rapuh dan dapat berubah dengan cepat.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Amerika Serikat yang berencana memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran.
Netanyahu mengungkapkan telah berbicara dengan Wakil Presiden AS J.D. Vance terkait isu utama dalam konflik tersebut, termasuk penghentian pengayaan uranium oleh Iran.
“Masalah utama adalah memastikan tidak ada lagi pengayaan uranium,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kesepakatan sementara yang mengatur penghentian serangan oleh AS dan Israel, serta komitmen Iran untuk membuka akses di Selat Hormuz.
Namun, menurut Netanyahu, komitmen tersebut belum sepenuhnya dipenuhi oleh pihak Iran.
Perundingan dan Ancaman Baru:
Gencatan senjata antara AS dan Iran sebelumnya disepakati berlangsung selama dua pekan sejak pekan lalu.
Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad sejak Sabtu tidak menghasilkan terobosan berarti.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan sejumlah opsi lanjutan, termasuk blokade angkatan laut di Selat Hormuz hingga kemungkinan serangan terbatas terhadap Iran.
Bahkan, laporan media internasional menyebut opsi serangan berskala penuh sempat masuk dalam pertimbangan, meski dinilai berisiko tinggi terhadap stabilitas kawasan.
Sementara itu, pihak Iran menyatakan bahwa sejumlah kesepahaman telah tercapai, namun masih terdapat perbedaan signifikan pada beberapa isu utama.
AS sendiri telah menginstruksikan Angkatan Lautnya untuk memantau dan mencegat kapal-kapal yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz sebagai bagian dari langkah tekanan terhadap Iran.
Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah ini menimbulkan kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas jalur perdagangan energi dunia.
Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dunia kini kembali menjadi titik panas konflik, dengan potensi eskalasi yang dapat berdampak luas secara geopolitik dan ekonomi global. (Mun)
-
NASIONAL21/10/2026 19:00 WIB570 Hektare Paru-Paru RI Masih Membara
-
JABODETABEK22/10/2026 05:30 WIBBMKG Ingatkan Hujan di Hampir Seluruh Jakarta
-
DUNIA22/10/2026 08:00 WIBNATO Siaga Penuh Hadapi Ancaman Sabotase Rusia
-
NUSANTARA21/10/2026 23:00 WIBAwas, Gelombang Laut 4 Meter Mengintai hingga 23 Oktober
-
EKBIS22/10/2026 09:30 WIBIHSG 5.247 Anjlok
-
NUSANTARA21/10/2026 22:00 WIBMelawan Polisi, Residivis Curanmor Ditembak di Kedua Kaki
-
JABODETABEK22/10/2026 06:30 WIBPolda Metro Jaya Buka SIM Keliling di 5 Wilayah
-
NUSANTARA21/10/2026 20:00 WIBDipergoki Bersama Wanita Lain, Oknum TNI Diduga Aniaya Istri

















