Connect with us

DUNIA

Trump Murka Usai DPR Setujui Pembatasan Kekuasaan Perang

Aktualitas.id -

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS menyetujui resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan presiden dalam melanjutkan operasi militer terkait konflik dengan Iran.

Trump menilai langkah DPR tersebut tidak patriotik dan berpotensi mengganggu proses negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik dengan Republik Islam Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengkritik keras pemungutan suara yang berlangsung di DPR AS pada Rabu (3/6/2026).

“Pemungutan suara yang sebagian besar bersifat simbolis ini terjadi tepat di tengah negosiasi terakhir saya untuk mengakhiri perang dengan Republik Islam Iran,” tulis Trump.

Ia juga mempertanyakan alasan di balik dukungan terhadap resolusi tersebut.

“Siapa yang akan melakukan hal yang tidak patriotik ini. Mereka tahu di mana posisi negosiasinya,” lanjutnya.

Resolusi tersebut disahkan dengan hasil tipis 215 suara berbanding 208 suara. Menariknya, empat anggota Partai Republik ikut bergabung dengan Partai Demokrat untuk mendukung langkah pembatasan kewenangan presiden terkait operasi militer di Iran.

Keputusan itu menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya DPR AS yang dikuasai Partai Republik mendukung upaya yang berpotensi memaksa Trump menghentikan operasi militer terhadap Iran. Resolusi tersebut selanjutnya akan dibahas di Senat AS.

Partai Demokrat berargumen bahwa pemerintahan Trump telah melanggar konstitusi karena melakukan serangan terhadap Iran tanpa memperoleh persetujuan resmi dari Kongres.

Menurut ketentuan hukum yang berlaku di Amerika Serikat, presiden memiliki waktu 60 hari untuk memperoleh persetujuan Kongres terkait kelanjutan operasi militer. Demokrat menilai batas waktu tersebut telah berakhir beberapa pekan lalu sehingga tindakan yang dilakukan pemerintahan Trump dinilai tidak memiliki dasar hukum yang memadai.

Trump menolak tudingan tersebut dan menilai lawan politiknya lebih mengutamakan kepentingan politik dibanding kepentingan negara.

“(Partai Demokrat) lebih memilih negara kita gagal daripada memberi saya kemenangan lagi,” ujar Trump.

Ia juga secara khusus mengkritik empat anggota Partai Republik yang mendukung resolusi tersebut.

“Empat anggota Partai Republik, mereka adalah grandstanders. Mereka seharusnya malu pada diri mereka sendiri,” kata Trump.

Perdebatan mengenai kewenangan presiden dalam menggunakan kekuatan militer kembali menjadi sorotan di Washington. Sementara itu, pembahasan resolusi di Senat akan menjadi penentu apakah langkah DPR tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap kebijakan Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. (Mun)

Continue Reading

TRENDING