Connect with us

DUNIA

Misteri Kehancuran Negara Yerusalem Akhirnya Terkuak

Aktualitas.id -

Ilustrsai, foto: meta ai

AKTUALITAS.ID – Sebuah penelitian arkeologi terbaru kembali menghidupkan perdebatan panjang mengenai sejarah Yerusalem kuno. Tim peneliti internasional mengklaim berhasil menyusun kronologi yang lebih akurat terkait perkembangan hingga kehancuran kota tersebut pada masa Zaman Besi.

Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal ilmiah berjudul “Radiocarbon Chronology of Iron Age Jerusalem Reveals Calibration Offsets and Architectural Developments”. Penelitian tersebut berupaya merekonstruksi sejarah perkotaan Yerusalem menggunakan metode penanggalan radiokarbon modern yang dipadukan dengan analisis atmosfer dan cincin pertumbuhan pohon.

Para peneliti menghadapi tantangan besar karena fenomena yang dikenal sebagai Dataran Tinggi Hallstatt, yaitu periode yang membuat penanggalan radiokarbon menjadi kurang presisi. Untuk mengatasi kendala tersebut, tim ilmuwan mengombinasikan data arkeologi, catatan sejarah, temuan tembikar, serta referensi teks kuno.

Dalam penelitian itu, ilmuwan melakukan lebih dari 100 pengukuran radiokarbon terhadap berbagai sampel organik yang ditemukan di kawasan Kota Daud, salah satu situs arkeologi paling penting di Yerusalem kuno.

Hasil penelitian menunjukkan adanya bukti yang mendukung sejumlah peristiwa historis yang selama ini dikenal dalam berbagai sumber sejarah kuno, termasuk fase pemukiman, aktivitas pembangunan kota, gempa bumi besar, hingga peristiwa kehancuran yang dikaitkan dengan penaklukan Babilonia pada tahun 586 Sebelum Masehi.

Menurut Elisabetta Boaretto, Direktur Scientific Archaeology Unit di Weizmann Institute, penelitian tersebut berhasil menyusun kronologi yang lebih rinci meskipun kondisi arkeologi Yerusalem sangat kompleks.

“Yerusalem adalah kota yang terus hidup dan terus dibangun selama berabad-abad. Namun kami berhasil menyusun kronologi yang lebih jelas untuk periode Zaman Besi,” ujarnya.

Tim peneliti menganalisis 103 sampel berupa biji-bijian dan sisa bahan organik lainnya dari lima lokasi berbeda di kawasan Kota Daud. Metode yang digunakan menggabungkan teknik radiokarbon presisi tinggi dengan pendekatan yang dikenal sebagai mikroarkeologi.

Melalui pendekatan tersebut, para ilmuwan menyimpulkan bahwa salah satu lapisan kehancuran besar yang ditemukan kemungkinan berkaitan dengan peristiwa penaklukan Babilonia yang tercatat dalam berbagai sumber sejarah kuno.

Namun demikian, tidak semua kalangan akademisi menerima kesimpulan tersebut tanpa kritik. Sejumlah pakar menilai sebagian sampel penelitian berasal dari konteks arkeologi yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Profesor Israel Finkelstein dari Universitas Tel Aviv, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyatakan bahwa hanya sebagian lokasi yang dianggap memiliki tingkat keandalan tinggi untuk dijadikan dasar penanggalan sejarah.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa penelitian mengenai sejarah Yerusalem kuno masih terus berkembang dan terbuka untuk pengujian ilmiah lebih lanjut.

Meski menuai perdebatan, studi terbaru ini dinilai memberikan kontribusi penting bagi dunia arkeologi karena menawarkan data baru yang dapat membantu memahami perjalanan panjang salah satu kota paling bersejarah dan paling banyak diteliti di dunia. (Mun)

TRENDING