DUNIA
Komandan Rusia Beri Ultimatum Maut ke Putin
AKTUALITAS.ID – Ancaman terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menjadi sorotan setelah mantan komandan batalion sukarelawan Rusia, Alexander Lunin, mengeluarkan pernyataan keras yang ditujukan kepada Kremlin. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Lunin mengklaim membawa pesan dari sejumlah pejabat militer dan aparat keamanan Rusia yang menginginkan Putin mendengar kondisi sebenarnya di medan perang Ukraina.
Dalam video yang dilaporkan sejumlah media Barat, Lunin menyampaikan ultimatum agar diberi kesempatan bertemu langsung dengan Putin dalam forum terbuka yang disiarkan kepada publik.
“Jika dalam waktu dekat saya tidak datang ke Kremlin dan berbicara langsung di samping Anda, tentara akan mengarahkan senjatanya ke Kremlin,” kata Lunin.
Hingga kini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, termasuk pernyataannya bahwa ia mewakili sejumlah pejabat militer dan aparat keamanan Rusia.
Lunin menuding perang yang berlangsung selama lebih dari empat tahun telah memicu kelelahan dan frustrasi di sebagian prajurit. Ia mengklaim banyak personel militer dipaksa menjalankan operasi berisiko tinggi yang berujung pada korban jiwa.
Menurutnya, apabila suara-suara dari internal militer terus diabaikan, ketidakpuasan dapat berkembang menjadi gejolak yang lebih besar.
Meski demikian, belum terdapat bukti independen yang menunjukkan bahwa ancaman tersebut mencerminkan sikap mayoritas militer Rusia atau mendapat dukungan terorganisasi dari jajaran komando Angkatan Bersenjata Rusia.
Invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada Februari 2022 telah berkembang menjadi konflik berkepanjangan dengan korban besar di kedua belah pihak.
Berbagai laporan dari pengamat, blogger militer Rusia, hingga media independen beberapa kali menyoroti persoalan rotasi pasukan, logistik, perlengkapan tempur, hingga tekanan psikologis yang dialami prajurit. Namun, sebagian besar laporan tersebut juga sulit diverifikasi secara independen karena pembatasan informasi selama perang.
Di sisi lain, pemerintah Rusia tidak secara rutin merilis data korban militernya dan menolak sebagian besar estimasi yang dikeluarkan lembaga intelijen Barat.
Kemunculan ancaman dari Alexander Lunin mengingatkan publik pada pemberontakan Kelompok Wagner pada Juni 2023 yang dipimpin Yevgeny Prigozhin.
Saat itu, pasukan Wagner sempat menguasai sejumlah fasilitas militer di Rostov-on-Don dan bergerak menuju Moskow sebelum akhirnya menghentikan aksinya setelah tercapai kesepakatan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tantangan paling serius terhadap kekuasaan Putin dalam lebih dari dua dekade pemerintahannya.
Berbeda dengan pemberontakan Wagner yang melibatkan pergerakan pasukan bersenjata secara nyata, situasi saat ini baru sebatas pernyataan dan ancaman yang disampaikan melalui media sosial.
Sejumlah analis menilai peluang ancaman tersebut berkembang menjadi pemberontakan besar masih belum dapat dipastikan. Rusia masih memiliki struktur komando militer yang kuat, didukung oleh Garda Nasional Rusia (Rosgvardiya), badan intelijen, dan aparat keamanan lain yang berada di bawah kendali Kremlin.
Namun demikian, setiap indikasi ketidakpuasan dari kalangan militer tetap menjadi perhatian, terutama ketika perang berkepanjangan terus menguras sumber daya, menambah korban di medan tempur, serta meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Rusia.
Sementara itu, Kremlin hingga kini tetap menegaskan akan melanjutkan operasi militernya di Ukraina sampai tujuan strategis yang diklaim pemerintah Rusia tercapai. Di sisi lain, Ukraina masih memperoleh dukungan militer dan finansial dari Amerika Serikat serta sejumlah negara Eropa, membuat peluang penyelesaian konflik dalam waktu dekat masih dinilai kecil oleh banyak pengamat. (Mun)
-
POLITIK27/06/2026 17:30 WIBKunjungan Jokowi ke Lampung Diwarnai Penolakan, Baliho Dicopot hingga Muncul Seruan Demonstrasi
-
NASIONAL27/06/2026 14:00 WIBPerlawanan Mahasiswa Melawan Tembok Kekuasaan Orde Baru
-
NUSANTARA27/06/2026 12:30 WIBTeror Gajah Liar Berujung Maut di Lampung Barat
-
PAPUA TENGAH27/06/2026 16:30 WIBEmpat Nelayan Hilang di Perairan Atuka, SAR Timika Lakukan Pencarian Intensif
-
RIAU28/06/2026 01:10 WIBReplika Wisma Sri Mahkota Jadi Magnet Stand Bengkalis di MTQ Riau 2026
-
OASE28/06/2026 05:00 WIBRasulullah Teladan Akhlak Terbaik
-
NASIONAL27/06/2026 18:00 WIBFilipina Pesan Dua Kapal Perang dari PT PAL, Pengamat: Indonesia Makin Diperhitungkan
-
NASIONAL27/06/2026 13:00 WIBKematian Peserta SPPI Bertambah Jadi 5 Orang

















