Connect with us

DUNIA

Iran Klaim Hancurkan Pangkalan AS di Yordania

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut serangan itu menargetkan Pangkalan Udara Al Azraq, sekitar 100 kilometer dari ibu kota Yordania, Amman.

Menurut pernyataan yang dimuat media semi-pemerintah Tasnim News, operasi tersebut dilakukan menggunakan 10 rudal balistik yang diklaim menghantam fasilitas militer Amerika Serikat.

“Pada pukul 14.20, Angkatan Udara meluncurkan 10 rudal balistik yang menghantam pusat komando dan kendali AS di Asia Barat dan Pangkalan Udara Amerika Serikat di Al Azraq di Yordania,” demikian pernyataan IRGC.

BACA JUGA  Mossad Tuduh Iran Gunakan Akun Wanita untuk Culik Warga Israel

Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, dan hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun pemerintah Yordania mengenai tingkat kerusakan atau dampak serangan yang diklaim IRGC.

Selain mengklaim keberhasilan operasi, IRGC juga mengeluarkan peringatan keras kepada Washington. Iran menyatakan akan memperluas serangan apabila operasi militer Amerika Serikat terhadap wilayah Iran terus berlanjut.

“Tidak akan ada yang luput dari tembakan hebat kami,” demikian ancaman yang disampaikan IRGC dalam pernyataannya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas konflik setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran sejak Rabu malam.

Menurut laporan otoritas Iran, serangan tersebut menyebabkan 14 orang tewas dan 78 orang lainnya mengalami luka-luka. Iran juga menuduh serangan Amerika Serikat mengenai sejumlah infrastruktur sipil, termasuk sebuah jembatan kereta api di wilayah Aqalla yang dilaporkan mengalami kerusakan berat.

BACA JUGA  Lebih dari 30.000 Pengungsi Afghanistan Pulang Massal dari Iran

Pemerintah Iran menilai bahwa apabila infrastruktur sipil seperti fasilitas transportasi, air, atau listrik sengaja dijadikan sasaran dalam konflik bersenjata, tindakan tersebut dapat menimbulkan persoalan berdasarkan hukum humaniter internasional. Namun, hingga kini belum ada penilaian resmi dari lembaga internasional yang menyimpulkan adanya pelanggaran hukum perang terkait insiden tersebut.

Situasi di kawasan masih berkembang, sementara klaim dari masing-masing pihak terus bermunculan. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat verifikasi independen atas klaim IRGC mengenai kerusakan fasilitas Amerika Serikat di Pangkalan Udara Al Azraq maupun rincian lebih lanjut mengenai dampak serangan tersebut. (Mun)

TRENDING